Suara.com - Harga minyak kembali turun pada sesi ketiga berturut-turut di pasar Asia pada Rabu (12/10/2022) akibat kekhawatiran investor terhadap permintaan bahan bakar dari meningkatnya risiko resesi global dan pengetatan pembatasan COVID-19 di China.
Minyak mentah berjangka Brent merosot 51 sen atau 0,5 persen, menjadi diperdagangkan di 93,78 dolar AS per barel pada pukul 00.33 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan di 88,66 dolar AS per barel, tergelincir 69 sen atau 0,8 persen. Kedua harga acuan melemah 2,0 persen di sesi sebelumnya.
Pada Selasa (11/10/2022) kemarin, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk 2023 dan memperingatkan peningkatan risiko resesi global.
IMF juga mendesak bank-bank sentral untuk terus berjuang melawan inflasi bahkan ketika investor khawatir pembuat kebijakan dapat memicu penurunan ekonomi yang tajam dengan menaikkan biaya pinjaman terlalu cepat dan terlalu tinggi.
Secara terpisah, Presiden Fed Bank of Cleveland, Loretta Mester mengatakan Federal Reserve AS perlu terus maju dengan pengetatan kebijakan moneter karena belum mengendalikan inflasi.
Dolar menguat secara luas semalam, setelah seorang pejabat tinggi bank sentral Inggris (BoE) mengatakan kepada para manajer dana pensiun untuk menyelesaikan penyeimbangan kembali posisi mereka pada Jumat (14/10/2022), ketika bank sentral Inggris akan mengakhiri program pembelian obligasinya.
Dolar yang lebih kuat membuat komoditas berdenominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lain dan cenderung membebani minyak dan aset-aset berisiko lainnya.
Saat ini pasar dengan hati-hati menunggu rilis data indeks harga konsumen (IHK) AS pada Kamis (13/10/2022), kata analis CMC Markets Tina Teng.
"Data yang lebih panas dari perkiraan dapat kembali memicu sentimen investor, yang akan mengintensifkan ketakutan resesi saat ini, menekan harga minyak lebih lanjut," kata Teng.
Baca Juga: Pasien Covid-19 di Kaltim Bertambah 36 Orang, Balikpapan Masih Zona Merah
Pasar minyak juga tertekan oleh pengetatan pembatasan COVID-19 di China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia.
Kota-kota besar China termasuk Shanghai dan Shenzhen telah meningkatkan pengujian COVID-19 dan memperketat pembatasan setelah infeksi naik ke level tertinggi sejak Agustus.
"Otoritas China mengindikasikan bahwa tidak akan ada relaksasi dalam kebijakan COVID-19 mereka, yang semakin memperburuk situasi permintaan," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.
Di sisi penawaran, stok minyak mentah AS diperkirakan telah meningkat 1,8 juta barel dalam seminggu hingga 7 Oktober, setelah turun dua minggu sebelumnya, jajak pendapat awal Reuters menunjukkan pada Selasa (11/10/2022).
Data persediaan tertunda satu hari dalam minggu ini karena hari libur pada Senin (10/10/2022). Data industri dari American Petroleum Institute akan dirilis pada Rabu pukul 16.30 waktu setempat (20.30 GMT), sementara Badan Informasi Energi AS akan merilis datanya pada pukul 11.00 waktu setempat (15.00 GMT) pada Kamis (13/10/2022).
Pekan lalu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, memutuskan untuk memangkas target produksi mereka sebesar 2 juta barel per hari.
Berita Terkait
-
Harga CPO Riau Menguat Imbas OPEC Kurangi Produksi
-
Ancaman Resesi Ekonomi, Harga Minyak Dunia Ambles 2 Persen
-
Kebijakan Ekspor CPO Sebagai Solusi Menghadapi Ancaman Resesi Ekonomi
-
Pasien Covid-19 di Kaltim Bertambah 36 Orang, Balikpapan Masih Zona Merah
-
SBY Soroti dampak Resesi hingga Perang Rusia-Ukraina, Tiga Krisis Ini Mengancam Warga Indonesia
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
1 Tahun Danantara Indonesia, Pegadaian Dukung Pemerintah Perkuat Fondasi Masa Depan Generasi Bangsa
-
Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi
-
Pertamina Sebut Dua Kapalnya Masih Terjebak di Selat Hormuz, Gimana Kondisinya?
-
Pengemudi Ojol Bersyukur Besaran BHR Naik dari Tahun Lalu
-
37 Bandara InJourney Beroperasi 24 Jam Selama Mudik
-
Pemerintah Mulai Bangkitkan Bisnis UMKM Pascabanjir Aceh
-
Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain
-
Jelang Mudik, Brantas Abipraya Tuntaskan Proyek JLS Lot 3 Serang-Sumbersih di Blitar
-
Sahur Jadi Waktu Primetime Belanja Online Warga RI
-
Purbaya Curhat Dimaki Warga TikTok Imbas Rupiah Anjlok