Suara.com - Sebagai gerbang pertama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi promotif preventif serta mengedukasi masyarakat terutama untuk menjaga kesehatan. Dengan berbagai inovasi yang diluncurkan, hal tersebut bisa membantu masyarakat merasakan kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menyambut positif upaya penguatan promotif dan preventif yang dilakukan Puskesmas Bangli Utara melalui Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Komplementer Kolaborasi dengan Program Kesehatan Lingkungan.
"Kami memberikan apresiasi penuh kepada Puskesmas Bangli Utara atas upayanya dalam memberikan akses layanan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Artinya, inovasi yang dihadirkan, ini merupakan hal positif yang bisa diterapkan oleh FKTP lainnya demi menunjang kemudahan pelayanan bagi masyarakat," ungkap Ghufron saat berkunjung ke Puskesmas Bangli Utara, Kamis (13/10/2022).
Selain itu, dirinya juga mengapresiasi atas inovasi ruang konsultasi layanan kesehatan yang sudah diterapkan di Puskesmas Bangli Utara. Dengan ketersediaan fasilitas tersebut, harapannya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh peserta dan tidak menemukan kesulitan saat mengakses pelayanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, I Nyoman Arsana menyebutkan dari jumlah peserta JKN sebanyak 26 ribu jiwa di Kabupaten Bangli, sebanyak 15.030 jiwa terdaftar di Puskesmas Bangli. Dengan jumlah besaran dana kapitasi sebesar 70 hingga 80 juta yang dikelola BLUD, jumlah tersebut tidak semua digunakan untuk pengobatan, namun dimanfaatkan untuk menunjang pengobatan tradisional komplementer, layanan konsultasi digitalisasi dan pengobatan dengan menggunakan bahan herbal.
"Saat ini, implementasi program rujuk balik dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) sudah diterapkan dengan baik. Kami juga sudah bekerja sama dengan desa adat agar kunjungan sehat dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya peserta JKN dapat berjalan maksimal. Selain itu, harapannya ke depan adalah dengan inovasi dan peningkatan pelayanan yang diterapkan bisa menekan angka kesakitan dan kematian khususnya di wilayah Kabupaten Bangli," tambah Nyoman.
Pimpinan Puskesmas Bangli Utara, I Made Arimbawa mengatakan bahwa Puskesmas Bangli Utara telah mengintegrasikan Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Komplementer Kolaborasi Program Kesehatan Lingkungan. Dengan adanya layanan pijat, akupuntur hingga hypnoteraphi di Puskesmas Bangli Utara, masyarakat tidak perlu membayar dan hanya perlu membawa dan menukarkan pupuk kompos.
"Masyarakat bisa mendapatkan layanan tersebut secara gratis dengan hanya perlu membawa dan menukarkan pupuk kompos atau olahan sampah organik seperti dedaunan, rumput, ranting pohon, kulit buah dan lain-lain. Nantinya, bagi masyarakat yang mengakses layanan tersebut akan diberikan API SI RAJA RAMA (Alas Pijak Refleksi dan Ramuan Jahe Merah dengan Madu Klanceng)," kata Made.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi menjelaskan penerapan bahan herbal sebagai salah satu pengobatan tradisional merupakan hal yang bagus dan perlu dicontoh oleh FKTP lainnya sebagai salah satu upaya promotif dan preventif. Menurutnya, upaya tersebut merupakan hal positif yang dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah datangnya penyakit.
Baca Juga: No Debat! Ayo Unduh dan Nikmati Kemudahan Layanan Aplikasi Mobile JKN
"Adanya danya ruang konsultasi juga perlu diapresiasi untuk mengakomodir pertanyaan dan keluhan dari peserta. Selain itu, adanya ketersediaan wifi di Puskesmas Bangli Utara juga sangat bagus karena idealnya tempat publik dihadirkan juga jaringan internet gratis untuk bisa diakses peserta," tambah Tulus.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar menjelaskan sarana dan prasarana yang ada di Puskesmas Bangli Utara juga sangat baik. Menurutnya, dengan adanya informasi terkait alur pelayanan hal tersebut bisa mempermudah peserta dalam mendapatkan layanan.
"Tentu harapannya, peran puskesmas untuk melaksanakan promotif dan preventif terus diperkuat, sehingga angka kunjungan ke Puskesmas bisa lebih berkurang dan bisa hidup lebih sehat," tutup Timboel.
Berita Terkait
-
Besaran Nominal Klaim Kacamata BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, dan 3
-
Jadi Inovasi BPJS Kesehatan, Petugas BPJS Satu! Siap Bantu Peserta JKN
-
Untuk Layanan Kesehatan, Program JKN Jadi Harapan Masyarakat
-
Kolaborasi dan Digitalisasi Kunci Sukses Layanan JKN
-
Gubernur Arinal Terima Penghargaan dari BPJS Kesehatan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak