Suara.com - Progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah mencapai 88,8 persen. Kereta Cepat Jakarta-Bandung direncanakan beroperasi pada Juli 2023.
Seperti yang diucapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Stasiun Tegalluar, Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Hasanuddin Makassar Abdul Hamid Paddu mengatakan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat menumbuhkan ekonomi baru dan berpotensi membuka banyak lapangan kerja.
Menurutnya, semua perbaikan atau penambahan infrastruktur yang berkaitan dengan memperlancar motifitas arus manusia, maupun barang di wilayah-wilayah tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi baru.
“Memang jumlah mobilitas manusianya besar sekali, dan jumlah arus barangnya tinggi, tentu perbaikan dan penambahan Infrastruktur apakah itu kereta api, kereta api cepat, jalan tol, itu akan memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, sekaligus bisa menyerap lapangan kerja dan dengan demikian, memperbaiki ketimpangan pendapatan,” kata Abdul Hamid.
Dikatakan Abdul Hamid, setiap infrastruktur yang dibangun oleh Pemerintah akan memberikan manfaat dan benefit yang besar buat pendapatan negara, baik itu kereta api, kereta api cepat maupun jalan.
“Ada beberapa cara, bisa memilih kereta api, bisa memilih kereta api cepat, bisa memilih jalan tol. Kira-kira investasi itu yang mana paling memungkinkan dengan volume muatan yang cukup, sehingga bisa diperoleh nanti recavery biaya yang digunakan atau cost recoverynya itu bisa terpenuhi dan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Dijelaskan Abdul Hamid, KCJB merupakan transportasi dengan pelayanan yang super bagus, karena selain pelayanannya juga merupakan transportasi paling cepat yakni 30 menit jalur tempuhnya dari Jakarta ke Bandung atau sebaliknya dari Bandung ke Jakarta. Namun, KCJB hanya akan melayani penumpang manusia, bukan barang.
“Maka akan dipilih. Nah berkaitan dengan kereta cepat. Kereta cepat itu kan cukup mahal yah, bagus. Namun, kereta cepat jangan lupa lebih pada memuat mobilitas manusia,” jelasnya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Pastikan Kota Bandung Tetap Jadi Ibu Kota Jawa Barat
Sementara untuk mobilisasi barang Jakarta-Bandung lebih banyak menggunakan jalan tol, dan jalur ini hampir setiap hari padat di Cikampek dan seterusnya, dan Itu lebih banyak diisi oleh kendaraan yang memuat barang berskala besar antara Bandung dengan Jakarta, dan sekitarnya.
“Artinya, bisa berbanding mobil kecil untuk manusia yang kerja bolak balik mengurus Jakarta dengan barang. Nah kala demikian, maka berarti yang butuh itu dua-duanya manusia maupun barang. Kalau kereta cepat kan lebih kepada manusia,” ucapnya.
“Orang pergi kantor dan seterusnya. Atau urusan bisnis dan sebagainya. Tapi kalau jalan tol, dua-duanya bisa digunakan. bisa menggunakan untuk mobilitas mengantar manusianya, tapi juga banyak dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yaitu truk-truk besar bisa lewat untuk memuat arus barang antara dua wilayah,” tambahnya.
Lebih jauh Abdul Hamid, arah pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah sangat tepat karena masyarakat memiliki banyak opsi untuk bepergian dengan waktu cepat. Apalagi, saat ini Pemerintah juga sedang membangun jalan tol baru Jakarta-Bandung yang diklaim memiliki jalur tempuh paling cepat dari sebelumnya.
“Kereta cepat, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi jika dibandingkan dengan jalan tol yang direncanakan sekarang ini, Jakarta-Bandung dengan hanya 1 jam setengah, itu jauh lebih bisa terasa dampaknya terhadap pertumbuhan,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina