Suara.com - IHSG hari ini, Senin (17/10/2022) ditutup menguat seiring berlanjutnya surplus neraca perdagangan Indonesia. IHSG ditutup menguat 16,59 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.831,12. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,93 poin atau 0,61 persen ke posisi 972,67.
"Hari ini yang menjadi sentimen utama adalah surplus neraca perdagangan yang lebih baik dari ekspektasi, sehingga membangun optimisme bahwa ekonomi kita masih jauh dari resesi," kata Analis Indo Premier Sekuritas Mino.
BPS dalam data terbarunya mengatakan, neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus 4,99 miliar dolar AS pada September 2022, dengan nilai ekspor 24,8 miliar dolar AS dan impor 19,81 miliar dolar AS.
Neraca perdagangan Indonesia sampai September 2022 membukukan surplus selama 29 kali berturut-turut sejak Mei 2020.
Dengan demikian neraca perdagangan RI pada Januari-September 2022 surplus sebesar 39,87 miliar dolar AS, dengan surplus nonmigas sebesar 58,75 miliar dolar AS, dan defisit migas 18,89 miliar dolar AS.
Dibuka melemah, IHSG menghabiskan waktu di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG awalnya masih melemah namun beranjak ke teritori positif dan bertahan sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam 1,92 persen, diikuti sektor properti dan sektor perindustrian masing-masing turun 1,31 persen dan 1,23 persen.
Sedangkan lima sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi 0,95 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor energi masing-masing naik 0,8 persen dan 0,1 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INDO, BRMS, MARI, TAYS, dan SICO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ARTO, UNTR, MDKA, TOWR, dan INCO.
Baca Juga: Outfitnya Sederhana, Viral Curhatan Pria Minder Usai Lihat Layar HP Bapak-bapak Sederhana Ini di Mal
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.107.053 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,74 miliar lembar saham senilai Rp14,47 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 411 saham menurun, dan 120 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 314,97 atau 1,16 persen ke 26.775,79, indeks Hang Seng naik 25,21 atau 0,15 persen ke 16.612,9, Indeks Shanghai meningkat 12,95 poin atau 0,42 persen ke 3.084,94, dan Indeks Straits Times melemah 18,48 poin atau 0,61 persen ke 3.021,13.
Berita Terkait
-
Bangkit, IHSG Awal Pekan Naik ke Zona Hijau dengan Ditutup di Level 6.831
-
Cara Beli Saham IPO Secara Online, Mudah dan Simpel
-
BEI Pertimbangan Buka Gembok Saham WSBP, Analis: Kinerja Semester I Sudah membaik
-
Awal Pekan, IHSG Ambruk ke Level 6.798
-
Outfitnya Sederhana, Viral Curhatan Pria Minder Usai Lihat Layar HP Bapak-bapak Sederhana Ini di Mal
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan
-
Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah
-
Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan
-
AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah
-
Emiten UVCR Perluas Distribusi Voucher Digital, Sasar Mobile Banking
-
Bahlil Bawa Kabar Kurang Enak Soal CNG
-
Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal
-
Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target
-
PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan