Suara.com - Analis pasar dari PT Kanaka Hita Solvera (KHS) Raditya Pradana beranggapan, pertimbangan BEI terkait pembukaan kembali saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) usai proses PKPU damai jadi angin segar bagi investor saham terkait.
Terlebih Mahkamah Agung (MA) pun telah menolak permohonan kasasi yang diajukan Bank DKI terhadap putusan PKPU WSBP.
"Tentu saja hal ini menjadi katalis positif bagi para investor saham WSBP," ujar Raditya pada Minggu (16/10/2022) kemarin.
Per 20 September status PKPU WSBP dinyatakan inkracht usai MA menolak kasasi yang diajukan oleh Bank DKI. Menurut dia, kinerja WSBP yang sudah membaik pada semester I 2022 akan berdampak kepada kinerja saham perusahaan tersebut.
"Hal tersebut menjadi katalis positif bagi pergerakan saham WSBP. Per kuartal II 2022 WSBP sudah berhasil mencatatkan net income kembali setelah tiga kuartal sebelumnya selalu mencatatkan net loss," kata Raditya.
Sebelumnya Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menyatakan pihaknya akan segera membuka suspensi saham WSBP menyusul telah selesainya proses perdamaian PKPU, yang diperkuat juga dengan putusan MA menolak permohonan kasasi dari Bank DKI.
"Saat ini, WSBP telah mendapatkan persetujuan Perjanjian Perdamaian (Homologasi) PKPU yang dilakukan dalam rangka restrukturisasi pemenuhan kewajiban kepada seluruh krediturnya," ujar Nyoman.
Untuk tahap selanjutnya, kata dia, bursa dapat mempertimbangkan pembukaan suspensi atas seluruh efek WSBP dengan mengacu pada beberapa hal. Pertama, perjanjian perdamaian telah berkekuatan hukum tetap. Kedua, seluruh kewajiban penyebab suspensi efek telah terpenuhi. Ketiga, telah selesainya restrukturisasi Efek Bersifat Utang atau Sukuk (EBUS) yang tercatat di bursa, dan terakhir, perseroan melaksanakan public expose insidental.
Hingga semester I 2022 pendapatan usaha Waskita Beton tumbuh menjadi Rp744 miliar atau tumbuh hingga 81 persen (yoy) dari yang sebelumnya Rp411 miliar pada Juni 2021.
Baca Juga: Gelar RUPSLB, Garuda Indonesia Akan Lakukan Right Issue Buat Tambah Modal
Pendapatan WSBP selama semester I 2022 ditopang oleh tiga segmen bisnis utama perusahaan, yakni beton precast, readymix, dan jasa konstruksi (instalasi precast). WSBP membukukan pendapatan terbesar dari segmen jasa konstruksi yang meningkat 352 persen atau Rp261 miliar dibandingkan semester I 2021.
Sedangkan dari segmen beton precast tumbuh sebesar 49,3 persen (yoy) atau Rp320 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan segmen readymix naik 17,5 persen (yoy) atau menyumbang pendapatan sebesar Rp161 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2021.
Berita Terkait
-
Awal Pekan, IHSG Ambruk ke Level 6.798
-
Outfitnya Sederhana, Viral Curhatan Pria Minder Usai Lihat Layar HP Bapak-bapak Sederhana Ini di Mal
-
Sambut Awal Pekan, IHSG Diprediksi Bangkit dari Zona Pelemahan
-
BRI Akan Buyback Saham untuk Jaga Volatilitas Harga dan Sejahterakan Karyawan
-
Gelar RUPSLB, Garuda Indonesia Akan Lakukan Right Issue Buat Tambah Modal
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Pegadaian Semarang Luncurkan BCC 2026 di UNNES, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Hadir
-
Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi
-
Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI
-
Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing
-
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
-
BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan
-
Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi
-
Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini
-
PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan
-
Langkah Tegas, DJP Jawa Timur Blokir Rekening 3.185 Penunggak Pajak di 11 Bank