Suara.com - Pada 1 Oktober 2022 telah terjadi gempa bumi tektonik yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Musibah tersebut menyebabkan 1.316 rumah warga, 72 tempat ibadah, 31 saluran irigasi, dan fasilitas lainnya menajadi rusak. Tidak hanya sekali, di hari yang sama masih ada gempa susulan pun juga terjadi, sehingga membuat para warga harus berjaga di depan rumah agar mudah untuk dievakuasi.
Oleh karena itu, PT Permodalan Nasional Madani melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melakukan kegiatan pemberikan bantuan berupa 300 paket sembako untuk para nasabah, karyawan PNM, serta masyarakat sekitar yang terkena dampak dari bencana gempa bumi. Hal ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan setelah terdampak dari bencana gempa bumi tersebut. Kegiatan memberikan bantuan dilaksanakan di Kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (19/10/2022).
Pada kesempatan kali ini dihadiri Hendra selaku Kepala BRI Cabang Tarutung, Indra Irawan selaku Pemimpin PNM Cabang Kabanjahe.
“Turut berduka kepada nasabah, karyawan dan masyarakat sekitar yang terkena dampak gempa yang terjadi di awal Oktober 2022. Dengan memberikan bantuan paket sembako ini, kami berharap bisa sedikit meringankan beban para korban gempa bumi,” ucap Indra Irawan saat memberikan kata sambutan.
“Untuk para nasabah dan karyawan PNM agar bersabar terhadap bencana yg terjadi dan kami berharap tidak ada bencana yang terjadi lagi,” tutur Hendra saat akan menyerahkan bantuan secara simbolik.
“Terima kasih kepada PNM yang telah memberikan bantuan dan hadir di tengah-tengah kami dan ikut menyaksikan nasabah yang terdampak di wilayah kami yang cukup jauh. Saya berharap tidak ada lagi bencana khususnya gempa yang membuat masyarakat trauma dan takut untuk beraktifitas ke ladang,” ungkap Hernawati selaku nasabah PNM Mekaar.
Sebagai informasi, hingga 19 Oktober 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 147,37 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 12,9 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 4138 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMKM di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5640 Kecamatan.
Tag
Berita Terkait
-
PNM Lakukan Kerja Sama dengan Kemenko PMK Percepat Kemiskinan Ekstrem
-
Notif BSU Tersalurkan Tapi Uang Belum Masuk, Apa Solusinya?
-
Ridwan Kamil Sambangi Korban Banjir di Lebak Banten, Bantu Korban Banjir Hingga Silaturahmi ke Ulama
-
5 Hal yang Harus Dilakukan saat Merasa Tidak Berguna
-
Tamparan Keras Untuk Kejari Bogor, Belum Selesai Kasus Sumardi, Kini Kalah Praperadilan Oleh SMK Generasi Mandiri
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Kartini di Industri Berat: Reni Wulandari, Srikandi Pertama yang Pimpin Operasi SIG
-
Prudential Syariah Klaim Lindungi 300 Ribu Keluarga di RI
-
BRICS Borong Emas, Sinyal Bahaya bagi Dominasi Dolar AS
-
Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu
-
Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot
-
Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini
-
MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?
-
Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!
-
Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis
-
Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan