Suara.com - Menhub Budi Karya Sumadi membuka restu rencana akuisisi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) oleh PT MRT Jakarta (MRTJ).
Fakta rencana akuisis KCI oleh MRT ini diharapkan mampu mewujudkan integrasi antarmoda transportasi. Namun, kendati restu Menhub Budi sudah di tangan, akuisisi tak akan semudah membalik telapak tangan. Sebabnya, KCI dan MRT berada di dua lini bisnis yang berbeda.
Seperti diketahui, KCI saat ini berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di sisi lain, MRT merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Status ini disebut bakal jadi kendala utama jika MRT akan melakukan akuisisi terhadap KCI.
Kendati demikian, Budi Karya menegaskan dirinya bakal mendukung segala upaya integrasi moda transportasi.
“Saya mendukung upaya integrasi, sinergi, akuisisi, atau apapun itu. Tentu ada aspek finansial maupun legal yang harus dilakukan, monggo saja. Saya sudah sampaikan ke KAI, mudah-mudahan bisa dicari jalan keluarnya," ujar Budi Karya kepada wartawan di kantornya, Rabu (26/10/2022).
Lewat pernyataan di atas, Budi sekaligus berjanji akan menjembatani pembicaraan antara KAI dan Pemprov DKI Jakarta ke depannya. Akuisisi ini juga diharapkan mampu mewujudkan kesetaraan pengelolaan antarmoda transportasi di wilayah DKI Jakarta.
Untuk sampai ke sana, ada dua skema yang menurut Budi sama-sama baik, yakni antara merger dan akuisisi. Namun, yang perlu menjadi catatan adalah memberikan keuntungan untuk kedua belah pihak.
Sebelumnya, Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) menolak keras rencana akuisisi KCI oleh MRT tersebut. Faktanya, akuisisi ini bakal menelan banyak kerugian dengan pencaplokan 51 persen saham KCI dari PT KAI ke MRT. SPKA berencana melakukan mogok kerja nasional jika akuisisi ini benar-benar terjadi.
Melansir situs resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang mengharapkan lebih baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lebih berperan aktif mengatur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) karena dilakukan untuk kepentingan nasional dan bukan sebaliknya.
Baca Juga: Pemprov DKI Cari Skema Pendanaan Lain untuk Akuisisi PT KCI
Deddy menjabarkan dalam akuisisi PT KAI dan PT MRT Jakarta akan melahirkan perusahaan baru bernama PT MITJ, sebagai pelaksana integrasi moda transportasi. Secara komposisi, kepemilikan saham PT MRT Jakarta dalam perusahaan ini lebih besar dengan sebesar 51 persen dan PT KCI menyumbang saham 49 persen.
“Sebagai perusahaan Induk, yakni PT KAI juga berhak menolak untuk akuisisi saham mayoritas KCI oleh MRTJ, apabila tidak menguntungkan perseroan KAI dan anak perusahaannya,” pungkasnya.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Transportasi Terintegrasi di Jakarta Bantu Mobilitas Warga
-
Dianggap Bisa Bantu Cari Pendanaan, Heru Budi Kembalikan William Sabandar ke MRT Setelah Dicopot Anies
-
Perselingkuhan Ferdy Sambo Diduga Jadi Pemicu Utama Kematian Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak Bocorkan ini
-
Fuji Tampil di Jakarta Fashion Week, Tudingan Viral Jalur Musibah Terpatahkan
-
Pemprov DKI Cari Skema Pendanaan Lain untuk Akuisisi PT KCI
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang