Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) meminta para pengusaha untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah lesunya bisnis. Banyak cara yang dilakukan pengusaha agar bisa efisiensi, sehingga tak lakukan PHK.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker Indah Anggoro memaparkan, sejumlah saran telah diberikan kepada para pengusaha hingga serikat pekerja di industri padat karya.
Misalnya, mengurangi fasilitas pekerja, terutama di level manajer hingga direktur.
"Bisa juga, menghapuskan bonus yang mungkin belum keluar tahun ini kita sarankan untuk tidak ada bonus yang bagian dari fasilitas," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (7/11/2022).
Selanjutnya, Indah mengemukakan, perusahaan bisa mengurangi jam kerja, atau meliburkan para pekerja secara bergantian. Asalkan, kebijakan itu dibicarakan oleh dua pihak antara pengusaha dengan serikat pekerja.
"Tidak boleh diputuskan sendiri oleh manajemen atau direksi perusahaan," ucap dia.
Kemudian, perusahan diupayakan tidak memperpanjang pekerja yang sudah habis masa kerjanya.
Menurut Indah, bisa dilakukan dengan memberikan pensiun bagi pekerja yang sudah memenuhi syarat, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama.
"Ini beberapa hal yang terus kami komunikasikan dalam rangka mencegah PHK. PHK bisa dicegah agar kedua belah pihak, manajemen dengan pekerja yang diwakili serikat pekerja benar-benar mencapai kesepakatan," katanya.
Baca Juga: Menteri Airlangga Ungkap Biang Kerok PHK di Industri Tekstil
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Terungkap di Sidang, Calon Perangkat Desa Jual Motor hingga Gadai Sertifikat Demi Lolos Seleksi
-
Satpam Positif Sabu Jadi Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat
-
Harga Wuling Aira EV Cuma Rp155 Juta, Meluncur di GIIAS 2026
-
Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal
-
Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng Program MBG di Ciputat Positif Sabu dan Ekstasi
-
Pelajaran Kepemimpinan Perempuan dari Angela Tanoesoedibjo: Hadir, Mendengar, dan Bertumbuh Bersama
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Kasus Dokter Magang Tewas, Menkes Soroti Krisis Kejiwaan di Balik Pendidikan Medis
-
Adolescence: Drama Kriminal yang Membongkar Sisi Gelap Remaja dan Internet
-
Viral Bendera Merah Putih Terpasang Setengah Tiang Jelang HUT RI di Tasikmalaya, Ini Faktanya