Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melansir data statistik terkait pinjaman online atau pinjol. Tercatat ada sekitar Rp 5 triliun uang pinjol yang telah disalurkan tapi belum dikembalikan.
Berdasarkan data statistik yang dilansir per September 2022, ada sekitar Rp 3,6 triliun pinjaman nunggak selama 30 sampai 90 hari dan pinjaman macet di atas 90 hari tercatat ada sekitar Rp 1,49 triliun.
Mirisnya, dari jumlah tersebut, kalangan milenial dan gen Z dengan rentang usia 19 sampai 34 tahun jadi penyumbang pinjaman tak lancar dengan outstanding Rp 2,17 triliun dari 1,28 juta akun peminjam.
Selain pinjaman tak lancar, pinjaman macet milenial dan gen Z di pinjol pun tercatat sebesar Rp 902 miliar dari 349 ribu akun peminjam.
Diberitakan sebelumnya, akibat terlilit utang pinjol, ada nasabah yang harus kehilangan rumahnya untuk membayar pinjaman berikut bunganya yang terus membengkak.
Padahal, nasabah tersebut hanya meminjam uang sebesar Rp 2 juta. Namun, karena bunga yang tak masuk akal, utangnya pun jadi berlipat-lipat hingga melilit nasabah.
"Padahal pinjamnya hanya Rp 2 juta, rumah dijual, itu karena modus bunga berbunga," kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi.
Untuk menghindari peristiwa itu terjadi lagi, OJK pun kata Kiki sapaan akrabnya, melakukan sosialisasi ke daerah-daerah untuk memberikan pengertian kepada masyarakat akan bahayanya pinjol.
Baca Juga: Cara Mengatasi Teror Pinjol Ala Netizen, Penagih Bakal Trauma Seumur Hidup
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?
-
Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat
-
Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
-
Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026