Suara.com - Harga kripto yang terjun bebas terus terjadi di Indonesia dan negara-negara lain di seluruh dunia. Penyebab harga kripto belakangan anjlok adalah akuisisi dua exchange terbesar yakni FTX oleh Binance yang menyebabkan harga turun hingga ke titik terendah sepanjang tahun.
Akuisisi FTX oleh Binance sempat membuat market kripto merangkak menuju hijau, sayangnya pasar kembali melemah lantaran ada laporan yang menyebutkan FTX harus mengumpulkan USD 6 miliar atau sekitar Rp 93,8 triliun untuk mengisi kesenjangan dalam neraca mereka.
Namun kini, kepastian itu ambyar setelah Binance menegaskan mereka tidak akan melanjutkan proses akusisi atau memberikan dukungan terhadap FTX.
"Masalah sudah ada sejak lama, tak hanya dari dua atau tiga hari terakhir. Tak hanya berdampak bagi pengguna, kita juga merasakan rasa sakit atas yang terjadi pada FTX,” ujar Changpeng Zhao dalam acara Indonesia Fintech Summit 2022, Jumat (11/11/2022).
Bahkan, Zhao meminta timnya untuk sementara tidak memperdagangkan token FTX (FTT Coin) dengan alasan perusahaan masih menelusuri kepastian dari investasi FTX.
Para investor khawatir akan terjadi bank run atau penarikan uang besar-besaran dari FTX seperti yang pernah terjadi pada Terra Luna. Mata uang kripto tersebut runtuh setelah terjadi insiden bank run dan investor merugi. Penarikan massal juga memungkinkan membuat FTX di ambang kebangkrutan.
Kekhawatiran ini membuat market cap kripto kembali berada di bawah USD 1 triliun dengan volume perdagangan turun lebih dari 10 persen dari berbagai exchange. Faktor lain penyebab harga kripto belakangan anjlok adalah nilai US Dolar Index (DXY) yang hanya menguat 0,15 persen. Bitcoin tetap dalam tren negatif yang melemah 3 persen.
Sebelumnya, tren crypto winter atau tren paceklik mata uang kripto sebenarnya sudah terindikasi sejak pertengahan 2022 lalu saat harga bitcoin dan aset kripto yang lain mengalami penurunan.
Melansir berbagai sumber, crypto winter merupakan periode berkepanjangan saat harga kripto turun. Periode ini juga berdampak pada antusiasme yang menurun terhadap industri.
Baca Juga: Pasca Keruntuhan FTX, Pakar: Industri Kripto Akan Alami Krisis Lebih Lama
Sebagai gambaran, data di Coin Market Cap menyebutkan harga bitcoin, sebagai salah satu mata uang crypto, anjlok 3%. Saat ini harganya berada di kisaran USD 28.299 atau menjadi yang paling rendah sejak Desember 2020.
Kemudian Etherum juga mengalami gejolak pasar yang lebih buruk dengan turun 9% ke level USD 1.516. Mata uang crypto lain BNB dan Cardano masing-masing turun 7%. Tanda-tanda ini semakin meyakinkan para pengamat bahwa crypto winter sudah di depan mata.
Sebelumnya, fenomena anjloknya aset kripto juga terjadi pada 2018 silam. Harga-harga aset anjok kemudian stagnan hingga April 2019. Saat itu ada ribuan pekerja bidang mata uang digital terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Ini Penjelasan Bos Binance Soal Ambruknya Bursa Kripto FTX
-
Kerap Disebut Menyusul Bangkrutnya FTX, Apa Itu Crypto Winter?
-
Mengenal Lightning Network sebagai Solusi Transaksi Menggunakan Kripto.
-
Robert Kiyosaki Tetap Beli BTC Meski Terus Melorot, Ini Alasannya
-
Pasca Keruntuhan FTX, Pakar: Industri Kripto Akan Alami Krisis Lebih Lama
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga
-
Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM
-
Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan
-
Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta
-
Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol
-
IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%
-
Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang