Suara.com - Harga minyak dunia anjlok pada perdagangan akhir pekan lalu dengan menutup di level USD76,62 per barel, posisi yang jauh lebih rendah dibandingkan pada awal Rusia menginvansi Ukraina.
Mengutip CNBC, Senin (28/11/2022) minyak mentah Brent berjangka turun USD1,37, atau 1,61 persen ke harga USD83,97 per barel, setelah menelusuri kembali beberapa kenaikan sebelumnya.
Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun USD1,32, atau 1,7 persen menjadi USD76,62 per barel. Tidak ada penyelesaian WTI pada hari Kamis karena liburan Thanksgiving AS dan volume perdagangan tetap rendah.
"Karena ada sedikit volume setelah liburan, kami sedikit melepaskan beberapa keuntungan di sini," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures.
Kedua kontrak menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut setelah mencapai posisi terendah 10 bulan minggu ini. Brent ditetapkan untuk mengakhiri minggu turun 3,8 persem, sementara WTI berada di jalur yang turun 3,9 persen.
Struktur pasar Brent dan WTI menyiratkan permintaan saat ini melemah. Kemunduran ditentukan oleh harga bulan depan yang diperdagangkan di atas kontrak untuk pengiriman selanjutnya, yang telah melemah secara nyata dalam beberapa sesi terakhir.
China, importir minyak utama dunia, pada hari Jumat melaporkan rekor harian baru kasus infeksi COVID-19, karena kota-kota di seluruh negeri terus memberlakukan langkah-langkah mobilitas dan pembatasan lain untuk mengendalikan wabah.
Ini mulai memukul permintaan bahan bakar, dengan lalu lintas melayang turun dan permintaan minyak tersirat sekitar 1 juta barel per hari lebih rendah dari rata-rata, sebuah catatan ANZ menunjukkan.
Sementara itu, para diplomat G7 dan Uni Eropa telah membahas batas harga minyak Rusia antara USD65 dan USD70 per barel, tetapi kesepakatan masih belum tercapai.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 10 Persen Sepanjang Pekan Lalu
Pertemuan perwakilan pemerintah Uni Eropa, yang dijadwalkan pada Jumat malam untuk membahas proposal tersebut, dibatalkan, kata diplomat Uni Eropa.
Tujuannya penetapan batas harga tersebut adalah untuk membatasi pendapatan guna mendanai serangan militer Moskow di Ukraina tanpa mengganggu pasar minyak global, tetapi tingkat yang diusulkan secara luas sejalan dengan apa yang sudah dibayar oleh pembeli Asia.
"Polandia sedang mencari dukungan Jerman untuk menjatuhkan sanksi UE pada jalur pipa minyak Polandia-Jerman sehingga Warsawa dapat membatalkan kesepakatan untuk membeli minyak Rusia tahun depan tanpa membayar denda," kata dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Perdagangan diperkirakan akan tetap berhati-hati menjelang kesepakatan batas harga, yang akan mulai berlaku pada 5 Desember ketika larangan UE terhadap minyak mentah Rusia dimulai, dan menjelang pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu berikutnya. pada 4 Desember.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk
-
Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar
-
PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran
-
Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk
-
Askrindo Gandeng Pelni-PLN, Fasilitasi Mudik Gratis 2026 Rute Balikpapan-Surabaya
-
Dana Umat Rp28 Miliar Raib di BNI Rantauprapat, Bank Cuma Janji Talangi Rp7 M
-
Pesan Prabowo: Tanah Rakyat, Lahan Milik BUMN Tak Boleh Dijual
-
Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara
-
Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting