Suara.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menargetkan para anggotanya bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema Initial Public Offering atau IPO.
Ketua Bidang II BPD HIPMI Jaya Andrew De Bratakusumah mengatakan, dengan menjadi perusahaan publik manfaat yang di dapat bukan hanya sekedar mendapatkan dana segara saja.
"Tapi ternyata banyak hal selain modal, karena yang penting itu reputasi. Dengan IPO, kita diawasi oleh Bursa Efek, OJK dan banyak lembaga maka good corporate governance akan terbentuk," kata di tulis Jumat (2/12/2022).
Menurut dia, saat ini banyak kalangan pengusaha, khususnya para anggota HIPMI yang rata-rata masih sangat muda tidak begitu memiliki pengetahuan yang cukup terkait hajatan IPO.
Sehingga, HIPMI Jaya mengajak para pelaku usaha yang menjadi anggotanya untuk mempersiapkan diri menjadi perusahaan terbuka di pasar modal.
Hingga tahun depan, Andrew berharap setidaknya ada satu anggota HIMPI Jaya bisa melantai di Bursa Efek Indonesia.
"Misal mulai bulan ini, jadi nanti Januari sampai Juni bisa mulai administrasi dirapihkan dan insyaallah Juli bisa setor dokumen ke BEI dan akhir tahun (2023) bisa ada yang IPO," ujar Andrew.
HIPMI Jaya, lanjut dia, juga akan memfasilitasi perusahaan yang ingin IPO dengan memberikan edukasi dan sosialisasi. Dengan banyaknya pelaku usaha yang IPO ia juga berharap akan semakin memperkuat industri keuangan Indonesia guna mendukung perekonomian.
"Dengan IPO ke depannya kita punya company bisa lebih profesional karena kalau kita punya company lebih profesional lebih ber-value. Dengan value yang semakin tinggi, maka itu akan kembali ke kita sendiri dan para stakeholder-nya dan akan menjadi ekosistem baru yang lebih valueable," pungkasnya.
Baca Juga: Daripada Adu Jotos, HIPMI Diminta Lirik Pasar Modal
Berita Terkait
-
5 Modal Utama Menjadi Content Writer, Konsistensi adalah Kunci!
-
Mantan Wali Kota Denpasar Incar Satu Kursi DPD, Rai Mantra Bentuk Tim Kecil
-
Modal Asing Sebesar Rp9,64 Triliun Masuk Indonesia Selama Bulan November
-
Tak Jadi Anggarkan Penyertaan Modal Daerah untuk Dua ITF, Pemprov DKI: Keuangan Terbatas
-
Daripada Adu Jotos, HIPMI Diminta Lirik Pasar Modal
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?