Suara.com - Di tengah situasi sulit dan besarnya tantangan yang dihadapi, PT Rekayasa Industri (Rekind) tetap mendapat kepercayaan besar untuk mengerjakan proyek EPC. Kepercayaan tersebut datang dari PT Kaltim Parna Industri (KPI) yang meminta perusahaan EPC milik bangsa tersebut membangun Pabrik Karbon Dioksida (CO2) Cair miliknya di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Kapasitas Pabrik Karbon Dioksida Cair yang akan dibangun Rekind ini mencapai 50 ribu ton per tahun. Tidak berhenti disitu itu, oleh KPI Rekind juga digandeng untuk mengembangkan usahanya di sektor ini serta memberikan masukan atau ide hilirisasi agro based industry sesuai keahlian dan kemampuan yang dimiliki Rekind.
Atas kepercayaan itu, tentu menyiratkan gambaran, KPI tidak sedikitpun meragukan kompetensi yang dimiliki Rekind, meskipun saat ini satu-satunya perusahaan EPC di tanah air itu tengah diguncang beragam tantangan kuat.
Di balik dinamika itu, mengacu pada track record-nya, Rekind selalu menjunjung tinggi komitmennya untuk selalu menyelesaikan pekerjaan dengan hasil terbaik, meskipun tengah berhadapan dengan situasi sulit sekalipun.
Besarnya kepercayaan yang diberikan KPI kepada Rekind ditandai dengan pelaksanaan Ground Breaking CO2 Liquefaction Plant di Bontang, Kalimantan Timur.
Pelaksanaan momen bersejarah yang digelar pada Jumat (16/12) dihadiri oleh Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminigsih, Direktur Operasional/Pengembangan Teknologi Rekind Yusairi, didampingi Direktur Utama KPI Hari Supriyadi. Disaksikan juga oleh Charles A. Simbolon, Perwakilan Pemegang Saham dan Dewan Komisaris KPI. Dengan kegiatan ground breaking tersebut, pertanda proyek ini mulai dikerjakan Rekind.
“Ini merupakan momen yang sangat bersejarah sekaligus memompa semangat kami untuk bisa lebih kuat mengepakkan sayap untuk bisa keluar dari persoalan yang dihadapi. Sepanjang 41 tahun berdiri, Rekind sudah menyelesaikan lebih dari 146 proyek melalui dukungan talenta sekitar 1000 engineer terbaiknya. Apapun situasi yang tengah dihadapi, Rekind tidak pernah sekalipun meninggalkan tanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan proyek yang dikerjakannya. Saya yakin, kompetensi dan besarnya komitmen Rekind inilah yang menjadi landasan kuat KPI memberikan kepercayaan besarnya kepada Rekind,” ungkap Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih.
Rekind, lanjutnya, akan memberikan jasa pembangunan proyek bagi kepentingan KPI sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku serta tertuang dalam perjanjian kerjasama.
“Dalam proyek ini Rekind tidak hanya fokus melaksanakan kegiatan EPC, tetapi juga akan membantu KPI untuk mengembangkan usahanya serta memberikan masukan atau ide hilirisasi agro based industry,” tegas wanita ramah yang akrab disapa Yani tersebut.
Baca Juga: Rekind Siapkan Pabrik Percontohan Limbah Kelapa Sawit Modern
Kepercayaan besar ini bisa diperoleh Rekind karena perusahaan yang usianya menginjak 41 tahun tersebut terus meningkatkan kompetensinya di sektor kimia dan petrokimia sejak tahun 2001.
Di tahun tersebut Rekind terus menjalin aliansi strategis, baik mitra lokal maupun internasional. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah. Kerjasama ini dilakukan berdasarkan atas basis proyek atau jadwal (project based period based).
Upaya mendongkrak nilai tambah tersebut pernah dilakukan Rekind dengan BASF, produsen bahan kimia ternama di dunia. BASF pemilik teknologi proses dari Jerman.
Teknologi ini menggunakan teknik pemisahan CO2 secara absorbsi kimiawi dengan sistem MDEA. Pihak BASF memberikan lisensi penggunaan teknologi removal kepada Rekind untuk bisa ikut serta dalam tender proyek pembangunan pabrik CO2 removal dan proyek-proyek petrokimia lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Gubernur URI Ungkap Alasan Prabowo Bentuk Universitas Republik Indonesia
-
Gabung Persija, Nadeo Argawinata Siap Buktikan Diri di Hadapan Jakmania
-
Purbaya Diancam Pengusaha Lokal Jika Tak Tertibkan Perusahaan Baja China
-
Pengamat Bongkar Benturan Kepentingan di Balik Isu 'Wanita Lain' Febrie Adriansyah
-
Bocoran Produk Baru Kia yang Siap Diboyong ke GIIAS 2026 dari Mobil Bensin Sampai Mobil Listrik
-
Serum Bakuchiol untuk Apa? Ini 4 Rekomendasinya agar Wajah Awet Muda dan Glowing
-
Anggota Kodam Cenderawasih Tewas Dikeroyok di Tangerang, 7 Orang Jadi Tersangka
-
Jepang Diserang Gelombang Panas Ekstrem, Banyak Warga Dilarikan ke RS
-
Sunscreen Tak Cocok di Wajah? Jangan Dibuang, Ini Cara Memanfaatkannya dengan Aman
-
#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri