Suara.com - PT Rekayasa Industri (Rekind) kepada Anak Usahanya, PT Rekayasa Engineering (RE), selalu menekankan komitmen untuk selalu bisa memberikan pelayanan terbaik. Atas komitmen yang dipegang teguhnya tersebut, belum lama ini RE, oleh PLN Enjiniring digandeng untuk menjajaki sejumlah rangkaian kerjasama di bidang elektrikal.
Ini bukan pertama kalinya kerjasama ini digelar. Namun yang membuat berbeda, aroma komitmen yang dibawa kiblatnya lebih condong pada kegiatan elektrikal yang visinya mengedepankan target Net Zerro Emission (NZE) 2060.
NZE merupakan misi yang ditargetkan Pemerintah Indonesia dan diharapkan bisa tercapai pada 2060 atau lebih cepat lagi. Karenanya, pemerintah tengah menyusun sebuah roadmap untuk merelisasikan NZE demi menghadapi berbagai tantangan serta risiko perubahan iklim di masa mendatang.
Bahkan di perhelatan Presidensi G20 NZE ditetapkan secara aklamasi melalui tiga pilar utama, yaitu mengamankan aksesibilitas terhadap energi, peningkatan teknologi cerdas dan energi bersih, serta peningkatan pembiayaan energi.
Maka dari itu kerjasama elektrikal yang ditandatangani Donal Silitonga selaku Direktur Utama RE dan Dirut PLN Enjiniring Chairani Rachmatullah di Nusa Dua Bali, Selasa (1/11) itu, merupakan salah satu bentuk upaya untuk mendukung target NZE 2060.
“Apa yang kami lakukan melalui rangkaian kerjasama ini merupakan bentuk dukungan Rekind melalui anak usahanya untuk menghadirkan peta jalan transisi energi terintegrasi sebagai langkah menuju target NZE 2060,” tegas Edy Sutrisman, SVP Corporate Secretary & Legal Rekind di tempat terpisah.
Melalui kesepakatan kesepakatan tersebut, katanya, kedua belah pihak sepakat akan memetakan perencanaan, studi dan pengembangan jasa engineering dan konstruksi di bidang ketenagalistrikan. Muaranya, menghadirkan ruang hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang, melalui penyaluran energi listrik hijau yang ramah lingkungan.
Rekind bersama seluruh Anak Usahanya, lanjut Edy, selalu berupaya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kliennya melalui penciptaaan, peningkatan berkelanjutan dan menjadi mitra engineering terpercaya.
Selama 21 tahun mengabdi kepada bangsa, Anak Usaha Rekind ini dikenal piawai dalam mengembangkan industri di bidang energi baru terbarukan. Di antaranya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong II Power Plant 1x20 MW, Lahendong III Geothermal Power Plant Project 1 x 20 MW dan Lahendong IV Geothermal Power Plant 1x20 MW.
Baca Juga: Bentuk Tim Dekarbonisasi, Pupuk Indonesia Dukung Target Pengurangan Emisi Karbon Pemerintah
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara