Suara.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia – MIND ID bersama Anggota MIND ID yakni PT INALUM (Persero) melakukan penandatanganan MOU dengan Persatuan Purnawirawan TNI AD atau PPAD sebagai salah satu wujud kolaborasi dalam pendayagunaan lahan INALUM di Sumatera Utara. Penandatanganan dilakukan di kantor pusat MIND ID di Jakarta Selatan pada 16 Desember 2022.
Direktur Operasi dan Portfolio MIND ID - PT INALUM (Persero) Danny Praditya menyebut bahwa kolaborasi ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjadikan lahan-lahan produktif yang dimiliki oleh Grup MIND ID, agar lebih memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
“Pendayagunaan lahan ini tentunya disinergikan dengan program kelestarian lingkungan INALUM, serta juga sebagai momentum untuk peningkatan perekonomian sosial, dan penguatan pemberdayaan para purnawirawan TNI Angkatan Darat. MOU ini menjadi salah satu sarana untuk peningkatan produktivitas INALUM dalam mewujudkan Visi untuk Menjadi Perusahaan Global Terkemuka Berbasis Aluminium Terpadu dan Ramah Lingkungan. Serta membawa manfaat luas bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Danny.
Penandatanganan dilaksanakan hari ini, Jumat, 16 Desember 2022, di Kantor INALUM Jakarta, antara Direktur Operasi dan Produksi PT INALUM (Persero), Bapak Danny Praditya dan Sekretaris Jenderal PPAD, Bapak Dr. (C) Komaruddin S, S.IP, M.Sc. Pendayagunaan lahan terletak di Provinsi Sumatera Utara, yang diantaranya meliputi wilayah Kabupaten Toba, Kabupaten Asahan, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Batu Bara
MIND ID terus menekankan penerapan operational excellence di seluruh lini operasional Grup MIND ID. Salah satunya mendorong optimalisasi penggunaan lahan-lahan produktif yang dimiliki oleh Grup MIND ID.
Perkumpulan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) merupakan wadah Purnawirawan TNI Angkatan Darat yang bertugas membina persatuan dan kesatuan, integritas anggota sebagai enterpreneurship, meningkatkan kesetiakawanan sosial dan kesejahteraan keluarganya serta bersama TNI Angkatan Darat berpartisipasi secara aktif mengisi kemerdekaan melalui pembangunan bangsa dalam rangka mempertahankan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berita Terkait
-
6 Tips Mudah Memulai Bisnis Coffee Shop, Matangkan Konsep Terlebih Dahulu
-
Bisnis Air Minum Kemasan RI Tokcer, Tumbuh 10%
-
Tersinggung Dituding Pengangguran dan Numpang Hidup Pada Lesti Kejora, Rizky Billar Beberkan Bisnis yang Dia Jalani
-
5 Tips Buka Usaha Toko Sembako, Pendapatan Sebulan Bisa Ratusan Juta
-
Orang Kaya RI Ternyata Tak Takut Resesi, Permintaan Properti Mewah Tetap Tinggi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026
-
Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Outlook Stabil, AM Best Soroti Kinerja dan Permodalan Kuat
-
Dasco Hadang Impor 105 Ribu Mobil India, Pengamat: Selamatkan Buruh Otomotif dari PHK
-
Program Gentengisasi Mulai Masuk Kawasan Menteng, Sasar 52 Rumah
-
Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun
-
Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD
-
Bos Agrinas Pangan Pastikan Belum Ada Keputusan Tunda Impor Pikap dari India