Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menggagas insentif tarif untuk buruh di Jateng. Dengan hanya membayar Rp2 ribu, buruh bisa mengirit biaya ke tempat kerja melalui Trans Jateng.
Salah seorang buruh PT Sai Apparel Industries Godong, Yuliana pun merasa terbantu dengan adanya bus Trans Jateng di wilayahnya. Bagi Yuliana, tarif yang diberlakukan sangat murah dan ekonomis dibanding transportasi umum maupun pribadi.
"Sangat terbantu karena lebih murah. Ya dengan tarif segitu (Rp2 ribu) bisa irit dalam pengeluaran," ujar Yuliana.
Dalam satu bulan, para buruh di Grobogan menerima upah pada tahun 2022 sebesar Rp 1.894.032,10, dan di tahun 2023 nanti akan naik menjadi menjadi Rp 2.029.569,04.
Dari total upah yang diterima, mereka hanya butuh mengeluarkan sekitar Rp192.000 untuk biaya transportasi, jika dalam satu minggu bekerja selama 6 hari.
"Dengan gaji yang diterima, bus Trans Jateng sangat membantu bagi buruh karena murah," tutur Yuliana.
Selain lebih ekonomis, lanjut Yuliana, Bus Trans Jateng lebih aman dan nyaman bagi penumpang. Menurut Yuliana, kualitas pelayanan Bus Trans Jateng sangat prima, ditambah dengan fasilitas bus yang mewah.
"Pelayanannya bagus, apalagi bus-nya adem," katanya.
Hal serupa juga diungkapkan, Syafaatun, buruh PT Sai Apparel Industries yang lain. Menurut Syafaatun, Bus Trans Jateng memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Baca Juga: Platform Transportasi Online Tetanggaku Akan Segera Rilis, Intip Tarifnya
"Bus-nya sudah terjadwal keberangkatannya ataupun sampai tujuannya. Kalau mau sampi di tiap halte ada petugas yang memberi tahu. Tidak khawatir, karena lebih aman," tuturnya.
Syafaatun berharap, ke depan transportasi umum andalan Pemprov Jateng itu dapat menambah armadanya. Selain itu, Syafaayun berharap armada ini menambah jarak tempuh sampai ke Purwodadi.
"Harapannya bisa sampai di Purwodadi, karena yang sekarang baru sampai Godong. Jumlah armadanya juga bisa ditambah," katanya.
Sejak dilauncing 2017 lalu, kini di Jawa Tengah sudah memiliki 6 koridor. Yakni dengan rute Semarang-Kendal, Solo-Sragen, Purwokerto-Purbalingga, Semarang-Grobogan, Semarang-Bawen, Magelang-Purworejo. Rencananya, tahun depan akan dibuka koridor ke 7 dengan rute Solo-Wonogiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput
-
Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera
-
Bulog Tegaskan Kualitas Beras Tetap Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia