Suara.com - Petani Tebu Bersatu (Petebu) kembali menjaring aspirasi para petani tebu di seluruh pelosok negeri. Di Subang, Jawa Barat, Petebu menggelar sarasehan bersama ratusan petani tebu se-Kabupaten Subang, di Lapangan Bermar Pasir Bungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Para petani itu berasal dari sembilan desa dan tiga kecamatan di Kabupaten Subang. Saresehan ini untuk membangun solidaritas, mencari solusi dalam memperbaiki tata kelola industri gula baik hulu-hilir guna mewujudkan target swasembada gula nasional.
"Sarasehan ini kita berkoordinasi dengan para petani, para penggarap terkait, dengan harapan agar dapat menemukan solusi-solusi terbaik," ucap Ketua DPW Petebu Jawa Barat, Kibagus Wardilah, usai mengisi acara sarasehan bertajuk 'Petani Tebu Subang Bertekad Mendukung Percepatan Swasembada Gula'.
Kibagus menjelaskan, petani tebu di Kabupaten Subang saat ini menggarap lahan HGU PT Rajawali II yang tersebar beberapa kecamatan, dengan pola kemitraan. Dari 12 ribu hektare (ha), lahan yang dimanfaatkan untuk ditanami tebu baru 5.161 ha.
Mereka mengeluhkan sejumlah hal. Salah satunya, pabrik gula (PG) Rajawali II yang menjadi pusat penggilingan tebu Kabupaten Subang. Namun, sejak 2018, PG Rajawali II berhenti beroperasi. Alhasil, para petani tebu harus menggiling hasil panen tebunya ke PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sejauh 89 km.
Dalam menjual tebunya ke PG Jatitujuh, petani tebu tidak langsung ke lokasi, tetapi melalui kontraktor di Subang dengan harga rendeman selisih lebih dari 2 persen dari rendeman pabrik gula jika petani menjualnya langsung ke PG. Untuk itu, sebagai wadah petani tebu, Petebu berupaya menampung aspirasi serta mencari penyelesaian terbaik.
"Keluhan lain tekait pembagian lahan yang kurang adil, kedua terkait tentang keberadaan pupuk subsidi, dan lain sebagainya. Yang pasti ini kaitannya dalam hal kesejahteraan masyarakat," ungkap Kibagus.
"Harapannya para petani tebu khususnya di Subang ini, ingin pabrik gula itu aktif seperti dulu atau dibangun baru di Kabupaten Subang. Untuk mengurangi beban produksi dari biaya angkut yang selama ini dikirim ke PG Jatitujuh," imbuh Kibagus.
Acara kali ini merupakan kali ke-10 yang dilakukan Petebu. Sebelumnya, mereka menggelar sarasehan ke sembilan wilayah lain seperti Kertosono Jatim, Karanganyar Jateng, Way Kanan Lampung, Palembang Sumsel, Dompu NTB, Majalengka Jabar, Takalar Sulsel, Deli Serdang Sumut, dan Madiun Jatim.
Baca Juga: Ganjar Cek Tol di Momen Nataru, Siapkan Pelayanan Kesehatan Gratis
Udin (47) salah satu petani tebu asal Subang mengaku begitu merasakan manfaat kegiatan sarasehan yang digelar Petebu kali ini. Terlebih, para petani tebu bisa menyampaikan aspirasi pada sesi tanya jawab.
"Sarasehan ini saya rasa cukup bagus dalam arti petebu-petebu ini bisa langsung tanya jawab sama narasumber yang kompeten. Kami berharap bisa lebih maju lagi ke depannya," jelas Udin.
Selain itu, Petebu juga menggelar santunan anak yatim dan dhuafa, dan penyerahan sembako bagi warga yang tidak mampu secara door to door agar tepat sasaran.
Hadir dalam acara Ketua Umum DPP Petebu Ir. Mappanai Lewa, Ketua Petebu DPW Jawa Barat Kibagus Wardilah, Ketua Petebu DPW Sumatera Utara Syahminan, dan Bendahara Umum Petebu DPW Jawa Timur Suroto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok