- IHSG ditutup merosot 5,31% atau 442 poin ke level 7.887 pada perdagangan sesi I Senin, 2 Februari.
- Pelemahan indeks didorong tekanan jual investor yang kuat serta sentimen negatif yang masih membayangi pasar.
- Secara teknikal, MACD menunjukkan histogram negatif, namun stochastic RSI telah mencapai area jenuh jual atau oversold.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan sesi I Senin, 2 Februari. IHSG ambles 5,31 persen atau turun 442 poin ke level 7.887, seiring masih kuatnya tekanan jual di pasar saham domestik.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah sentimen negatif yang masih membayangi pasar, ditandai dengan dominasi aksi jual investor. Secara teknikal, tekanan terhadap pergerakan indeks juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Berdasarkan analisis teknikal Phintraco Sekuritas, pembentukan histogram negatif pada indikator MACD terus berlanjut, mencerminkan momentum pelemahan yang masih terjaga.
Sementara itu, stochastic RSI terpantau telah berada di area oversold, menandakan indeks sudah berada di zona jenuh jual.
Meski demikian, kondisi oversold belum cukup kuat untuk menahan laju penurunan. IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan sesi II dengan target penurunan menuju kisaran level 7.850 hingga 7.800.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 33,66 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,90 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,04 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I ini, sebanyak 68 saham bergerak naik, sedangkan 750 saham mengalami penurunan, dan 140 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, SOHO, INTD, NZIA, NICK, SWID, GULA, EDGE, TIFA, RUNS, BTON, TALF.
Baca Juga: Imbas MSCI, IHSG Turun Peringkat dari Overweight Jadi Netral
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ENRG, FILM, GTSI, NSSS, POLU, VKTR, MORA, MLPT, MDKA, COIN, NICL.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN