Suara.com - PT Link Net Tbk (LINK) berhasil dalam penerapan strategi digital marketing untuk peningkatan kinerja bisnis perusahaan dan pengalaman digital bagi pelanggan.
Dengan segala dinamika yang dihadapi, Link Net terus meningkatkan resiliensi seluruh First Squad dalam berinovasi guna dapat menjawab kebutuhan dan keinginan pelanggan. Salah satunya melalui penerapan strategi Digital Omnichannel.
Deputy Chief Marketing Officer PT Link Net, Santiwati Basuki mengatakan, sejalan dengan delapan nilai yang ada di tubuh Link Net yang seluruhnya berpusat pada Customer Centricity, strategi Digital Omnichannel mulai diimplementasikan sejak November 2021 dan hingga kini penerapannya secara berlanjut terus dioptimalkan.
"Strategi ini menjadi bagian dari upaya menjaga komitmen kami dalam memberikan layanan berkualitas dan pengalaman terbaik bagi pelanggan ataupun calon pelanggan. Tidak hanya itu saja, digital omnichannel juga berperan penting terhadap peningkatan pendapatan dari peluang up-sell dan cross-sell, serta memberikan kesempatan bagi kami untuk membangun komunikasi interaktif dan meningkatkan engagement dengan seluruh pelanggan," kata Santiwati dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/12/2022)
Sementara, Head of Marketing Communication PT Link Net Tbk Niki Sanjaya mengatakan, dalam menerapkan Digital Omnichannel, Link Net telah menghadirkan beberapa pilihan channel komunikasi seperti website Live Chat, WhatsApp, dan Facebook Messenger yang terintegrasi dalam satu sistem, untuk memfasilitasi komunikasi interaksional yang dibutuhkan oleh pelanggan ataupun calon pelanggan secara realtime.
"Hasilnya, kami melihat beberapa peningkatan mulai dari interaksi pelanggan hingga konversi penjualan. Jika dibandingkan periode Januari hingga Oktober tahun 2021, Sold Rate Conversion meningkat 41%, Follow Up Rate naik dari 90% menjadi 100%, dan Contact Rate menjadi 97% dari 70%," kata Niki.
Keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan kinerja bisnis melalui pengelolaan dan pemanfaatan teknologi digital secara tepat, cerdas dan efisien di bidang marketing dan penjualan inilah, yang pada akhirnya membuat PT Link Net Tbk ditetapkan untuk menerima predikat Best Digital Marketing Team di ajang Indonesia Digital Marketing Champion 2022.
"Pencapaian dan prestasi di penghujung tahun 2022 ini, semakin menambah semangat kami dalam berinovasi dan mengoptimalkan pelayanan. Ke depannya kami berharap bisa terus memberikan pengalaman terbaik kepada seluruh pelanggan dan masyarakat Indonesia," pungkas Santiwati.
Baca Juga: BDBA 2022 Jadi Ajang untuk Meningkatkan Kapabilitas Dalam Digital Marketing
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang
-
Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara
-
Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto
-
Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026
-
Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar
-
Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?
-
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun
-
Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata