Suara.com - Gerai FnB J.Co Donuts and Coffe baru saja digugat oleh PT Kawan Berkarya Mandiri dan CEO perusahaan tersebut, William Owen terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang atau PKPU.
Kronologi polemik J.Co dan PT Kawan Berkarya Mandiri seperti dikutip dari SIPP Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dimulai dengan penggugat yang menyatakan J.Co dalam keadaan PKPU.
"Menyatakan termohon PKPU (PT J.Co Donut & Coffee), berkantor pusat di Jakarta, beralamat di Jl. Meruya Selatan No. 68 RT. 5/RW. 1 Kel. Meruya Selatan, Kec. Kembangan, Kota Administrasi Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta 11650, berada dalam keadaan PKPU Sementara (PKPUS) dengan segala akibat hukumnya," tulis informasi gugatan tersebut.
Penggugat juga meminta pengadilan untuk menunjuk dan mengangkat pengurus dalam proses PKPU dan selanjutnya sebagai kurator apabila PT J.Co Donut & Coffee jatuh dalam keadaan pailit yaitu, Abraham Caleb Dompas, Cecep Suhardiman, dan Wendra Puji.
Penggugat kemudian meminta pengadilan menghukum termohon PKPU untuk membayar seluruh biaya perkara tersebut. Apabila Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menangani Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ini berpendapat lain, maka kami mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aquo et bono).
Menanggapi gugatan tersebut, manajemen J.Co Donuts and Coffe menyebutkan pihaknya akan menempuh langkah hukum yang berlaku di Indonesia. Perusahaan menyatakan bakal menghormati setiap kesepakatan yang dibuat dengan melakukan kewajiban perseroan kepada pihak manapun yang berhubungan dengan perseroan.
Dalam hal kesepakatan perseroan dengan PT Kawan Berkarya Mandiri dan William Owen, justru kedua pemohon PKPU tersebut yang belum memenuhi kewajibannya kepada J.Co Donuts and Coffee. Kendati demikian, keterangan tersebut tak memerinci kewajiban apa yang belum terpenuhi.
Profil J.CO Donuts and Coffee
J.Co Donuts and Coffee merupakan merek donat terkenal yang gerainya sudah tersebar ke berbagai negara. Gerai donat ini untuk pertama kalinya masuk ke pasar Indonesia pada 2006 silam. Lokasinya di Supermal Karawaci, Tangerang.
Baca Juga: Kronologi Andrew Tate Cekcok dengan Greta Thunberg, Ending Diringkus Polisi Rumania
Ekspansinya kemudian meluas ke beberapa negara Asia seperti Malaysia di tahun 2007, dan Singapura setahun sesudahnya. Kemudian pada 2012 produk serupa juga merambah ke Filipina. Di usia ke-10, J.Co kemudian merambah Hong Kong pada 2016, dan terakhir merambah negara Arab Saudi pada 2018.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Viral di Tiktok! Gadis 12 Tahun di Binjai, Tidak Tahu Dirinya Hamil 8 Bulan, Begini Kisah Bunga...
-
Kondisi Wabup Kaur Masuk RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu, Tangan Luka dan Lemah
-
Kronologi Petasan Meledak di Tangan Wabup Kaur Bengkulu: Operasi Tulang?
-
Jokowi Ternyata Pernah Kritik Utang Era SBY, Demokrat: Sekarang Membengkak, Bikin Rakyat Sengsara
-
Kronologi Andrew Tate Cekcok dengan Greta Thunberg, Ending Diringkus Polisi Rumania
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya