- Menteri PKP meninjau lahan seluas 45,06 hektare milik Komdigi dan RRI di Depok untuk pembangunan rusun MBR.
- Proyek ini menawarkan skema pembiayaan FLPP dengan DP 1% dan cicilan Rp1,5 juta untuk menjawab *backlog* 170 ribu.
- Lokasi rusun sangat strategis, dekat Stasiun Depok Baru dan Terminal Margonda, serta dikelilingi fasilitas publik.
Suara.com - Pemerintah Indonesia tengah mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis kebutuhan hunian di wilayah perkotaan, khususnya di Kota Depok, Jawa Barat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, baru saja meninjau lokasi rencana pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang akan didirikan di atas lahan milik negara.
Proyek pembangunan rusun ini akan memanfaatkan lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Radio Republik Indonesia (RRI) dengan total luas mencapai 45,06 hektare.
Secara rinci, lokasi tersebut terdiri dari:
- Lahan Komdigi: Total 30,086 hektare, dengan 24,707 hektare di antaranya masih berupa lahan kosong.
- Lahan RRI: Total 14,97 hektare, dengan 9,62 hektare yang belum terbangun.
Saat ini, area tersebut diketahui telah ditempati oleh sekitar 218 kepala keluarga (KK). Menteri Maruarar menegaskan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan agar pembangunan hunian vertikal dapat segera dipercepat guna menjawab kepadatan penduduk yang kian meningkat di Depok.
Kawasan yang dipilih memiliki tingkat aksesibilitas yang sangat mumpuni bagi para pekerja. Lokasinya hanya berjarak sekitar 5,2 kilometer dari Stasiun Depok Baru dan 5 kilometer dari Terminal Depok Margonda.
Selain kemudahan transportasi, area ini juga dikelilingi fasilitas publik yang lengkap, mulai dari pusat kesehatan, pasar tradisional, rumah ibadah, hingga sekolah mulai tingkat SD hingga SMA.
Pemerintah menyadari bahwa tantangan utama MBR adalah daya beli. Oleh karena itu, Maruarar menyiapkan skema pembiayaan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang sangat kompetitif bagi pekerja dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) sekitar Rp5 juta.
Adapun kemudahan yang ditawarkan meliputi:
Baca Juga: BRI Percepat Penyaluran KPR FLPP untuk Dukung Program Perumahan Nasional
Tenor: Hingga 30 tahun.
Uang Muka (DP): Hanya sekitar 1 persen.
Cicilan: Terjangkau di angka Rp1,5 juta per bulan.
Subsidi Tambahan: Pemerintah sedang mengupayakan tarif khusus untuk layanan listrik dan air bagi penghuni rusun agar biaya hidup tetap rendah.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyambut baik rencana ini. Menurut data terbaru, terdapat sekitar 170 ribu warga Depok yang hingga saat ini belum memiliki rumah sendiri (backlog).
"Pemerintah Kota Depok siap memberikan dukungan penuh terhadap rencana ini, termasuk dalam percepatan proses perizinan agar proyek ini bisa segera direalisasikan untuk kepentingan masyarakat luas," ujar Chandra.
Berita Terkait
-
SMF Bakal Ajukan PMN Rp5,39 Triliun untuk Pembiayaan FLPP 2026
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Menteri PKP: Rusun Subsidi Meikarta Segera Dibangun, Groundbreaking 8 Maret
-
Kementerian PKP Bakal Bangun Rusun Delapan Lantai di Solo untuk Anggota Kopassus
-
Punya 42 Tower, Meikarta Bakal Jadi Rusun Subsidi Terbesar di Indonesia
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju