Suara.com - Harga emas dunia memperpanjang kenaikan harga pada hari Kamis (2/2/2023) untuk menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sembilan bulan setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot menguat 0,3% menjadi USD1.955,72 per ons pada pukul 14.08 WIB, setelah mencapai level tertinggi sejak April 2022 di awal sesi.
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat melonjak 1,3% menjadi USD1.956,20 per ons.
The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga seperempat poin persentase, Rabu, setelah satu tahun kenaikan yang lebih besar.
Namun, Powell memperingatkan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut sambil mencatat kemajuan disinflasi, yang menurutnya masih dalam tahap awal.
"Meski Powell mengatakan kenaikan suku bunga mungkin berlanjut, pasar memperkirakan the Fed tidak akan drastis lagi, yang mendukung emas. Namun, kita akan segera melihat beberapa aksi ambil keuntungan dan emas terus menghadapi resistance di level USD1.960," kata Brian Lan, Managing Director GoldSilver Central.
"Ke depan, trader akan fokus pada data ekonomi dan komentar pejabat the Fed untuk arahan lebih lanjut.
Emas cenderung menguntungkan dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah, karena mengurangi opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.
"Jika ada lebih banyak tanda-tanda perlambatan ekonomi Amerika dan the Fed terus menurunkan suku bunga, permintaan investor untuk emas akan meningkat," kata Caesar Bryan, Manajer Portofolio Gabelli Gold Fund.
Baca Juga: Produksi Emas Antam Sepanjang Tahun Lalu Anjlok 24,8 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja