Bisnis / Keuangan
Senin, 11 Mei 2026 | 15:35 WIB
CIO Danantara, Pandu Sjahrir merasa yakin pasar modal RI tak turun kasta dalam pengumuman rebalancing index. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • BPI Danantara yakin pasar modal Indonesia tetap stabil saat pengumuman rebalancing MSCI pada 12 Mei 2026.
  • Pandu Sjahrir menyatakan pasar modal Indonesia tidak akan turun kasta dari emerging market menjadi frontier market.
  • Rebalancing MSCI berpotensi menciptakan volatilitas jangka pendek akibat pergeseran bobot saham pada perusahaan berkapitalisasi besar.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) merasa yakin pasar modal Indonesia akan baik-baik saja dalam pengumuman rebalancing MSCI pada Selasa, 12 Mei 2026 besok.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, melihat pasar modal Indonesia mulai menunjukkan perbaikan setelah reformasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Saya udah lihat perkembangannya bursa bagus kok dari sisi penerapan yang sedang dilakukan. Insyaallah besok, baik lah," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

MSCI akan mengumumkan rebalancing pada 12 Mei 2026, Danantara yakin pasar modal Indonesia tidak turun kasta ke frontier market. [Suara.com/Rina]

Bahkan, Pandu merasa percaya diri, pasar modal Indonesia tidak turun kasta dari emerging market menjadi frontier maket dalam rebalancing MSCI tersebut.

Dengan turun kasta, pasar modal Indonesia menjadi tidak menarik dan kurang likuid untuk berinvestasi saham.

"Hari ini kan lihat kan ada perubahan juga. Saya rasa bukan menyangkut soal MSCI kok hari ini, lebih banyak soal rupiah dan segala macam," ucapnya.

Sebelumnya, PT Indo Premier Sekuritas (Ipot) mengungkapkan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini akan diwarnai pengumumuman rebalancing MSCI Index. Rencananya, rebalancing MSCI Index tersebut akan diumumkan pada 12 Mei 2026 besok.

Adapun, pada pekan ini perdagangan IHSG hanya berlangsung selama 3 hari, setelah ada libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus (14-15 Mei 2026).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, mengatakan rebalancing MSCI berpotensi memicu rotasi portofolio yang dapat menciptakan volatilitas jangka pendek pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Baca Juga: IHSG Semakin Tenggelam di Sesi I ke Level 6.800, 462 Saham Anjlok

"Rebalancing MSCI Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026 kemungkinan tidak menghadirkan pendatang baru, namun tetap berpotensi memicu pergeseran bobot saham yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar secara keseluruhan," ujarnya dalam riset hariannya.

Load More