Bisnis / Makro
Senin, 11 Mei 2026 | 16:07 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • OJK merespons penyesuaian indeks MSCI Indonesia sebagai langkah reformasi fundamental demi memperkuat integritas dan kredibilitas pasar modal nasional.
  • Friderica Widyasari Dewi menyatakan fluktuasi pasar saat ini merupakan proses pemulihan jangka pendek untuk mencapai manfaat jangka panjang.
  • OJK optimistis Indonesia tetap bertahan di kategori Emerging Market pada evaluasi Juni mendatang berkat transparansi data yang baik.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan respons strategis menanggapi penantian para pelaku pasar terhadap pengumuman penyesuaian ulang (rebalancing) indeks MSCI Indonesia.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar yang beriringan dengan upaya regulator dalam memperkuat fondasi pasar modal nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa potensi pergeseran saham dalam indeks global tersebut merupakan konsekuensi logis dari penguatan integritas pasar yang sedang digalakkan.

Menurutnya, OJK kini tengah memprioritaskan reformasi fundamental demi menciptakan ekosistem investasi yang lebih transparan dan kredibel.

Analogi Pemulihan: "Short Term Pain, Long Term Gain"

Menyikapi fluktuasi yang mungkin terjadi akibat sentimen MSCI ini, Friderica mengibaratkan kondisi pasar modal saat ini seperti tubuh manusia yang tengah menjalani proses pemulihan untuk mencapai tingkat kesehatan yang lebih baik.

"Saya sudah beberapa kali bilang bahwa dengan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya," ujar Friderica saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/5/2026).

Meskipun terdapat potensi tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam waktu dekat, ia optimistis dampak tersebut tidak akan bersifat permanen.

Ia menekankan prinsip bahwa pengorbanan jangka pendek (short term pain) akan membuahkan hasil positif jangka panjang (long term gain) bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Optimisme Mempertahankan Status Emerging Market

OJK juga menepis kekhawatiran pelaku pasar mengenai kemungkinan penurunan kelas pasar modal Indonesia dalam peta investasi global.

Friderica menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan tetap kokoh di kategori pasar negara berkembang atau Emerging Market pada evaluasi besar yang dijadwalkan Juni mendatang.

Indikator utama yang mendasari optimisme ini adalah kualitas transparansi data dan keterbukaan informasi di Indonesia yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di kawasan. Hal ini diharapkan menjadi poin krusial bagi lembaga pemeringkat internasional dalam memberikan penilaian.

"Moga-moga tidak (turun kelas), karena kalau kita lihat secara granularitas data dan keterbukaan informasi, itu mungkin salah satu yang terbaik untuk hal integritas yang kita sampaikan. Jadi semoga ini menjadi pertimbangan agar Indonesia tetap di Emerging Market," tegasnya.

Terkait detail peninjauan indeks kali ini, Friderica menyebutkan tidak ada penambahan saham baru (new entry) dari emiten asal Indonesia. Sebaliknya, terdapat kemungkinan beberapa saham yang sudah ada justru akan dikeluarkan dari daftar.

Load More