Suara.com - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), pionir penjaminan kredit di Indonesia, berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan pelayanan prima bagi seluruh mitra kerja perusahaan.
Untuk memperkuat pelayanannya di wilayah Jawa Tengah, Jamkrindo melakukan peresmian Gedung baru Kantor Cabang Solo di Jalan Slamet Riyadi nomor 333, Solo, Jawa Tengah untuk menggantikan gedung kantor cabang sebelumnya yang terletak di Jalan Honggowongso, Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan, yang selama ini dioperasionalkan dengan sistem sewa.
Direktur Utama PT Jamkrindo, Hendro Padmono mengungkapkan semangat transformasi menjadi landasan Jamkrindo dalam bergerak menjadi penyedia jasa penjaminan terdepan dan terpercaya.
Serangkaian transformasi telah dilakukan mulai dari struktur organisasi, manajemen sumber daya manusia (SDM), sistem teknologi, bisnis dan operasional, tata kelola perusahaan yang baik serta manajemen risiko guna memperkuat kinerja perseroan secara berkelanjutan.
“Di tengah segala kemajuan digital dan sistem teknologi, aspek physical evidence berupa jaringan fisik kantor wilayah dan cabang yang representatif juga merupakan salah satu aspek penting mendukung pelayanan yang prima. Kantor Cabang Solo memiliki peran signifikan dalam mendukung visi Jamkrindo untuk menjadi pilihan utama pelaku usaha dalam layanan penjaminan dalam mendukung pertumbuhan dan pemerataan perekonomian nasional,” ujar Hendro.
Pada periode Desember 2022, Kantor Cabang Solo Jamkrindo membukukan kinerja baik dengan perolehan volume penjaminan sebesar Rp 9,17 triliun dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 86,32 miliar.
“Dengan adanya gedung kantor baru tersebut, diharapkan kinerja yang selama ini telah baik menjadi lebih lagi, mengingat potensi cukup besar di wilayah Solo Raya (Solo, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Boyolali, Sukoharjo, Klaten),” ujar Hendro.
Pada tahun 2022 penyaluran kredit di Solo Raya sebesar Rp 102,71 triliun tumbuh 7,19 % (YoY). Berdasarkan jenis penggunaan, kredit perbankan didominasi kredit modal kerja yang mencapai 58%. Kemudian diikuti kredit investasi sebesar 21%, dan kredit konsumsi sebesar 21%.
“Dengan adanya pembelian gedung baru untuk Kantor Cabang Solo, kami optimis Kantor Cabang Solo dapat memberikan layanan yang prima dan value added bagi segenap pemangku kepentingan,” ujar Hendro.
Baca Juga: Jamkrindo Kembali Raih Peringkat idAA+ dari Pefindo
Selain menghadirkan kantor cabang yang lebih representative, untuk memberikan service of excellence kepada segenap mitranya, Jamkrindo juga melakukan terobosan dan inovasi dari sisi aspek operasional dan jaringan, antara lain dengan menghadirkan penjaminan suretyship online (suretyship.jamkrindo.co.id), marketplace guarantee UMKM Layak (umkmlayak.co.id) dan digital business unit (DBU) dalam rangka peningkatan aksesibilitas finansial UMKM dan Koperasi.
Sebagai bentuk kesiapan internal menghadapi era industri 4.0 dan ekonomi digital, Jamkrindo juga telah menghadirkan berbagai transformasi dalam bisnisnya melalui teknologi informasi yang tepat guna, sehingga berbagai kerja sama dengan para mitra UMKM dan perbankan atau lembaga keuangan dapat dilakukan secara online, baik host to host, menggunakan web service, maupun digital.
“Hal tersebut merupakan bentuk komitmen Jamkrindo menghadirkan layanan penjaminan yang inovatif, kompetitif dengan pelayanan profesional, efektif, dan efisien secara berkelanjutan,” ujar Hendro.
Adapun dari segi korporasi, Hendro mengungkapkan Jamkrindo menargetkan peningkatan volume penjaminan mencapai Rp 340 triliun di tahun 2023. Untuk mencapai tujuan itu, perusahaan menetapkan inisiatif strategis, antara lain, memperkuat portofolio produk dengan perbaikan terms & condition, pencadangan klaim yang kuat, serta kolaborasi holding dan BUMN berorientasi pada profitabilitas.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat dan mengembangkan jejaring kemitraan untuk penetrasi dan perluasan pasar.
Perusahaan juga meningkatkan kualitas dan cakupan layanan pelanggan berbasis teknologi dan informasi (TI), mengoptimalkan pemeringkatan dan pembinaan UMKMK untuk meningkatkan market share, dan meningkatkan efektivitas serta standarisasi proses kerja, memperkuat portofolio usaha dan investasi, serta meningkatkan kompetensi dan produktivitas SDM, budaya sadar risiko, kepatuhan dan penerapan prinsip GCG.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Holding Mitra Mikro Perluas Inklusi Keuangan Lewat 430 Ribu Agen BRILink Mekaar
-
IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Purbaya Rotasi Pegawai Pajak usai OTT KPK, Kali Ketiga dalam Sebulan
-
Mendag Ungkap Harga CPO Hingga Batu Bara Anjlok di 2025
-
Meski Transaksi Digital Masif, BCA Tetap Gas Tambah Kantor Cabang
-
Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026
-
Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan
-
BRI Perkuat CSR Lewat Aksi Bersih-Bersih Pantai Dukung Gerakan Indonesia ASRI
-
Daftar 6 Proyek Hilirisasi yang Digarap Danantara Mulai Hari Ini
-
Free Float BRIS Masih 10 Persen, Bos BSI Akui Jadi Sorotan