Suara.com - PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) berhasil menutup tahun 2022 dengan sejumlah indikator kinerja keuangan yang positif.
Kendati masih mencatatkan kerugian di akhir tahun, secara fundamental semua pilar bisnis ekosistem digital terbesar di Indonesia ini mencatatkan pertumbuhan luar biasa.
Sumber kerugian perseroan di tahun 2022 lebih banyak disebabkan oleh aspek non kas dan efek dari kebijakan yang hanya dibukukan sekali.
Mengutip rilis resmi GoTo, beberapa aspek non kas tersebut diantaranya adalah goodwill impairment senilai Rp 11 triliun, investasi di JD, peningkatan beban kompensasi berbasis saham akibat penyesuaian asumsi masa kerja karyawan, serta beban restrukturisasi.
“Hal ini tidak merefleksikan kinerja operasional perseroan,” jelas manajemen GoTo dalam rilis resminya.
Secara operasional, kinerja Grup GoTo justru menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Pendapatan bruto segmen On Demand Services pada tahun 2022 naik 32% menjadi Rp 13,6 triliun secara tahunan atau year on year (yoy).
Segmen E-Commerce mencatat pendapatan bruto sebesar Rp 8,6 triliun, naik 38% yoy, sementara segmen Financial Technologi Services meraih pendapatan bruto sebesar Rp 1,7 triliun, tumbuh 43% yoy.
Secara kumulatif, total pendapatan bruto GoTo pada tahun 2022 mencapai Rp22,9 triliun. Angka ini meningkat sebesar Rp5,9 triliun dibandingkan Rp17,0 triliun pada tahun 2021. Sehingga berdampak terhadap pendapatan bersih Perseroan melonjak 120% atau sebesar Rp6,1 triliun menjadi Rp11,3 triliun pada tahun 2022.
Sejumlah kebijakan yang dilakukan manajemen GoTo pada tahun 2022 juga telah berdampak positif terhadap efisiensi bisnis perusahaan. Sebagai contoh, upaya penghematan yang dilakukan pada kuartal IV-2022 mampu menurunkan beban operasional tetap (fixed operating expense) rata-rata bulanan hingga 20% pada periode Januari-Februari 2023 senilai sekitar Rp 200 miliar. Jumlah ini diperkirakan akan terus membesar hingga akhir tahun.
Baca Juga: Bakar Uang Dipangkas, Jumlah Transaksi dan Pelanggan GOTO Justru Naik Tajam
Sementara berkurangnya insentif dan pemasaran produk pada kuartal IV-2022 sebesar 34% dibandingkan periode sama tahun 2021, mampu memangkas pengurangan beban kuartalan hingga senilai Rp 2,8 triliun.
Menariknya, berkurangnya insentif tetap tak mengurangi transaksi konsumen di ekosistem digital terbesar di Indonesia ini. Sepanjang tahun 2022, jumlah pelanggan loyal segmen On-Demand Services dan E-Commerce GoTo berhasil tumbuh 19% dibandingkan tahun sebelumnya.
Gross Transaction Value (GTV) pelanggan Grup GoTo pada tahun lalu tumbuh 33% menjadi Rp613 triliun dibandingkan Rp462 triliun pada tahun 2021. Dampaknya, take rate tahun 2022 pada segmen bisnis On Demand Services dan E-Commerce tumbuh masing-masing 234 bps dan 32 bps dibandingkan tahun sebelumnya.
“Saat ini fokus kami adalah membangun infrastruktur layanan yang akan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan secara jangka panjang. Hal ini menegaskan bahwa kami berada dijalur yang tepat untuk mencatat nilai EBITDA positif yang disesuaikan pada kuartal keempat tahun 2023,” jelas Andre Soelistyo, Direktur Utama Grup GoTo.
Langkah lanjutan yang telah dan akan dilakukan GoTo pada tahun ini juga diproyeksikan akan semakin mendorong efisiensi pada level yang optimal untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. Misalnya perkiraan pengurangan cash burn tahunan sebesar 60-65% di tahun 2023.
Andrew Sebastian Susilo, analis MNC Sekuritas dalam risetnya pada 16 Maret 2023 memproyeksikan langkah restrukturisasi karyawan yang dilakukan pada akhir tahun 2022 dan awal Maret 2023 ini akan berdampak signifikan terhadap arus kas perseroan. Beban karyawan tahun ini dan ke depan diperkirakan bisa berkurang lebih dari Rp 1,1 triliun per tahun.
“Perhatikan bahwa ini tidak termasuk pesangon, yang dapat menyebabkan hasil menjadi lebih konservatif, namun tetap memiliki dampak yang cukup besar terhadap arus kas operasi perusahaan ke depan,” tulis Andrew dalam risetnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah