Bisnis / Keuangan
Jum'at, 05 Mei 2023 | 09:50 WIB
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan menjelang akhir pekan ini (5/5/2023) kembali tumbang. Terpantau IHSG anjlok cukup dalam pada awal perdagangan pagi ini.

Mengutip data RTI, pada awal perdagangan IHSG sempat dibuka pada level 6.844 namun sayang setelah 30 menit perdagangan laju indeks terus merangsek turun hingga posisi 6.806 atau mengalami pelemahan sedalam 37 basis poin atau 0,55 persen.

Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 3 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp1,7 triliun dan volume transaksi mencapai 261 ribu kali.

Sebanyak 159 saham berhasil menguat, 277 saham bergerak melemah dan 209 saham bergerak stagnan.

Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka pada zona merah, pada awal perdagangan indeks ini turun 5 basis poin atau melemah 0,53 persen menuju level 947.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project William Hartanto mengatakan IHSG masih akan terus melanjutkan pelemahannya pada akhir pekan ini.

"Sehingga jika membuat analisis teknikal terhadap pergerakan IHSG kemarin, kami menilai bahwa masih ada ruang pelemahan untuk IHSG pada hari ini dan pekan depan," kata William dalam analisanya.

Namun penyebab dari pelemahan ini sebenarnya bukan efek sentimen Sell In May & Go Away, terlalu dipaksakan hanya karena kebetulan IHSG sudah melemah tepat di awal bulan Mei.

"Sentimen Fed rate sendiri sudah diantisipasi pasar dan oleh karena itu IHSG tidak pernah mengalami window dressing sejak awal tahun," katanya.

Baca Juga: Jelang Akhir Pekan IHSG Bakal Tumbang atau Terbang?

Load More