Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan menjelang akhir pekan ini (5/5/2023) kembali tumbang. Terpantau IHSG anjlok cukup dalam pada awal perdagangan pagi ini.
Mengutip data RTI, pada awal perdagangan IHSG sempat dibuka pada level 6.844 namun sayang setelah 30 menit perdagangan laju indeks terus merangsek turun hingga posisi 6.806 atau mengalami pelemahan sedalam 37 basis poin atau 0,55 persen.
Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 3 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp1,7 triliun dan volume transaksi mencapai 261 ribu kali.
Sebanyak 159 saham berhasil menguat, 277 saham bergerak melemah dan 209 saham bergerak stagnan.
Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka pada zona merah, pada awal perdagangan indeks ini turun 5 basis poin atau melemah 0,53 persen menuju level 947.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project William Hartanto mengatakan IHSG masih akan terus melanjutkan pelemahannya pada akhir pekan ini.
"Sehingga jika membuat analisis teknikal terhadap pergerakan IHSG kemarin, kami menilai bahwa masih ada ruang pelemahan untuk IHSG pada hari ini dan pekan depan," kata William dalam analisanya.
Namun penyebab dari pelemahan ini sebenarnya bukan efek sentimen Sell In May & Go Away, terlalu dipaksakan hanya karena kebetulan IHSG sudah melemah tepat di awal bulan Mei.
"Sentimen Fed rate sendiri sudah diantisipasi pasar dan oleh karena itu IHSG tidak pernah mengalami window dressing sejak awal tahun," katanya.
Baca Juga: Jelang Akhir Pekan IHSG Bakal Tumbang atau Terbang?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Marketplace Tak Bisa Lagi Naikkan Biaya Sepihak, Seller Kini Wajib Setujui Perubahan Kontrak
-
Harga Gas Industri Melonjak Bahlil: Produksi Domestik Berkurang!
-
Mau Jadi Pemenang Super BRILink Agen 2026? Mulai dari 3 Langkah Ini
-
APINDO Buka Suara soal Danantara Ekspor, Bisa Tekan Kebocoran Devisa?
-
Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan
-
Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?
-
Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas
-
Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027