Suara.com - Mengingat lahan sawah di beberapa daerah di Indonesia merupakan tadah hujan, Mantan Menteri Pertanian 2009, Suswono menyatakan mendukung langkah dan antisipasi pemerintah dalam menghadapi cuaca ektrem El Nino, yang secara aktif terus menyiapkan kebutuhan air baik yang berasal dari sumur bor, irigasi maupun embung.
"Peringatan akan adanya El Nino ini, sejatinya menjadi sangat penting agar tentu saja stok pangan kita tersedia untuk mengantisipasi pada saat terjadi penurunan produksi. Pemerintah biasanya sudah mengantisipasi karena kalau kita bicara produksi pangan pasti kita bicara tentang air. Nah Air ini kan harus tersedia sepanjang tahun," ujarnya, dikutip dari Food Agri Insight CNBC, Jakarta, Kamis (4/5/2023).
Sejauh ini, kata Suswono, Kementerian Pertanian sudah mempersiapkan program embung secara baik, sehingga lahan sawah yang kategori tadah hujan bisa terairi secara merata. Menurutnya, program semacam ini yang diperlukan petani dalam menjaga produksi.
"Tentu saja, Kementerian Pertanian harus mempersiapkan program-program rutin, seperti membuat kembung yang banyak di berbagai tempat, terutama yang tadah hujan, yang tidak ada irigasi. Kalau untuk yang irigasi, sepanjang suplai airnya aman, saya kira tidak ada masalah," katanya.
Dia menilai, kehadiran penyuluh di tiap kecamatan sangat membantu menguatkan petani yang terus berproduksi. Penyuluh bagi Suswono harus menjadi garda terdepan dalam membantu petani menyiapkan suplai air dari berbagai titik.
Dengan berbagai antisipasi tersebut, Suswono berharap, Indonesia mampu melewati cuaca ektrem musim kemarau panjang, yang berpotensi menurunkan produksi dalam negeri. Sekali lagi kata dia, peran petani dalam menyediakan air perlu didampingi penyuluh yang tersebar di tiap kecamatan.
"Saya kira biasanya para penyuluh itu sudah memberikan penjelasannya kepada para petani bahwa akan terjadi El Nino. Oleh karena itu, mereka harus menyiapkan pompa-pompa untuk mengambil air dari sungai atau mungkin dari sumber-sumber lain yang memungkinkan untuk dialirkan ke sawah-sawah," jelasnya.
Berita Terkait
-
Berikut Cara Daftar Asuransi Usaha Tani Padi
-
Kementan Gencarkan Sosialisasi AUTP untuk Hadapi Ancaman El Nino
-
Syahrul Yasin Limpo, Tokoh Indonesia Timur Pencatat Sejarah Bagi Indonesia
-
Langkah Kementan Hadapi Kekeringan Ekstrem
-
Mentan SYL Minta Penyuluh Jadi Garda Terdepan Jaga Produktivitas di Musim Kemarau Panjang
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban