Suara.com - Meski Covid sudah dinyatakan banyak negara bukan sebagai pandemi, efek dari Covid masih terasa pada beberapa sektor, salah satunya adalah industri penerbangan yang sangat terdampak oleh pandemi dan menyebabkan kerugian bagi berbagai industri penerbangan, mulai dari tidak adanya penerbangan hingga hilangnya pekerjaan yang berkaitan dengan industri terkait.
Namun demikian, saat ini industri penerbangan mulai kembali bangkit. Vice President Aviaton Fuel Business Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi mengatakan bahwa ini adalah hal yang positif mengingat industri penerbangan dan bisnis aviasi adalah sektor krusial bagi pertumbuhan ekonomi.
“Sayangnya, pertumbuhan bisnis aviasi dan industri penerbangan belum benar-benar pulih, apalagi kita tahu masih ada isu geopolitik yang mempengaruhi fluktuasi harga minyak dunia,” jelas Yosep.
Dengan kondisi tersebut, Yosep mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga melihat kesempatan bahwa ini adalah momentum yang baik untuk mempersiapkan bisnis aviasi untuk memenuhi tren industri penerbangan kedepan dengan melakukan Pertamina Aviation Global Summit dengan tema the Future of Aviation Industry yang membahas bagaimana pertumbuhan industri aviasi ke depan.
Pertamina Aviation Global Summit kali ini diisi dengan diskusi dari beberapa narasumber seperti General Manager China Southern Airlines, Jackin Chu, Vice President dari PTT Oil & Retail, Chaipruet Watchareecupt, dan Director dari S&P Global, Dexter Wang.
Seluruh panelis sepakat bahwa memang saat ini industri penerbangan dan bisnis aviasi memperlihatkan tren yang positif, tapi bukan berarti sudah kembali seperti normal sebelum pandemi.
“Di Asia, permintaan bahan bakar aviasi atau jetfuel masih cenderung lebih rendah daripada regional lain di dunia. Jika dilihat dari angle produk, jetfuel juga paling rendah permintaannya, hanya sekitar 5-10% dibandingkan produk minyak lain seperti gasoline dan LPG,” jelas Dexter Wang.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution yang turut hadir dalam Pertamina Aviation Global Summit mengatakan bahwa kedepan bisnis aviasi akan terus dimaksimalkan mengingat Pertamina Patra Niaga melayani lebih dari 70 bandara di Indonesia serta beberapa lokasi di luar negeri.
“Langkah yang kami ambil saat ini adalah fokus kepada memaksimalkan layanan avtur serta membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis,” lanjut Alfian.
Baca Juga: Turun Lagi, Daftar Harga BBM Pertamina di Seluruh SPBU per Hari Ini
Langkah kolaborasi inipun turut terjalin dalam Pertamina Aviation Global Summit 2023 dengan ditandatanganinya kerjasama antara Pertamina Patra Niaga dengan PTT Oil & Retail untuk penyediaan Avtur bagi maskapai Garuda Indonesia dan Singapore Airlines di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand.
Kerjasama lain yang turut terjalin adalah penyediaan Avtur bagi maskapai Garuda Indonesia di Bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan yang disepakati antara Pertamina Patra Niaga dengan SK Energy.
“Ini adalah langkah Pertamina Patra Niaga dalam menjawab tantangan dan tren bisnis aviasi kedepan. Komitmen kami adalah untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan bisnis aviasi Pertamina agar dapat memenuhi kebutuhan industri penerbangan ini,” tukas Alfian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun
-
MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon
-
Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen
-
Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace
-
Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa
-
Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru
-
IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini