Suara.com - Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) edisi ke-20 untuk kesekian kalinya digelar dan terselenggara dengan sukses di Jakarta International Expo (JIExpo Kemayoran) . FLEI edisi ke-20 kali ini menampilkan 200 brand peluang usaha dari berbagai segmen unit bisnis, mulai dari waralaba, kemitraan hingga lisensi.
Adapun tema FLEI kali ini adalah “Ultimate Business Conference”, yang diselenggarakan 3 hari berturut-turut demi mengedukasi para pengunjungnya. Lebih dari 20 speaker papan atas diundang mengisi acara main stage berkapasitas 250 seat ini.
Para pengunjung bisa langsung bertemu dengan brand representative dari setiap IP untuk menanyakan lebih lanjut mengenai sistem kerjasama secara offline maupun via program BizMatch FLEI.
“Kami cukup senang dengan antusiasme pengunjung yang memenuhi booth-booth lisensi di bawah naungan Licensing Brands Indonesia (LBI). Ini membuktikan tahap teaser yang kita lakukan membuahkan hasil positif dan disambut baik oleh audience FLEI," kata Radityo Herindra Putra, Strategic Marketing FLEI.
Sementara itu, Royanto Handaya, President Director Panorama Media menyampaikan, “Ultimate Business Conference hadir dengan tema GRAB. RUN. GROW."
Tema GRAB bertujuan untuk melahirakan wiraswastawan baru, baik dari kalangan pensiunan, karyawan yang ingin mencari penghasilan tambahan, pekerja paruh waktu hingga ibu rumah tangga. Tema RUN diusung demi mondorong dan juga melengkapi perubahan atas tuntutan evolusi dari Digital for Business. Adapun tema GROW memotivasi baik dari Franchisor maupun Franchisee untuk berani berkembang bahkan hingga berekspansi ke mancanegara.
Ketua Umum dari Asosiasi Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI), Tri Raharjo, SE, MM mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi nasional kembali bangkit, di tahun 2022 mencapai 5,31% tumbuh lebih baik dibandingkan tahun pertama pandemi di 2020 yang merosot hingga -2,07% dan di tahun kedua pandemi 2021 pertumbuhan ekonomi mulai naik mencapai 3,69%, bahkan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2022 setelah pandemi tumbuh lebih baik jika dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemi yang hanya 5,02%.
"Dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi, kami meyakini sektor ekonomi bisnis yang semakin adaptif terhadap perubahan yang terjadi termasuk sektor Franchise, License dan Kemitraaan yang semakin bergeliat dan kembali bertumbuh. Tentu hal ini akan mendorong iklim yang kondusif dan menjadi spirit positif tersendiri bagi para pelaku usaha khususnya Waralaba, Kemitraan dan Lisensi yang kami wadahi salah satunya dengan adanya Pameran FLEI Expo ini,” katanya.
Sementara itu, Levita G. Supit, Vice Chairwoman Permanent Committee Franchising, Licensing & Network Marketing dari Kadin Indonesia. Beliau memaparkan, “Bisnis waralaba adalah bisnis creative, innovative & proven, hingga saat ini bisnis waralaba masih terus berkembang, banyaknya brand waralaba internasional yang melakukan invasi ke Indonesia menunjukkan pasar Indonesia yang begitu menjanjikan, tentu hal ini didukung oleh populasi kita yang telah mencapai 270 juta jiwa."
Bisnis waralaba Indonesia sudah terbukti mampu go international, diantaranya ke Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Eropa, Amerika bahkan hingga ke Timur Tengah.
FLEI edisi ke-20 kali ini dihadiri juga oleh perwakilan dari 3 kementerian, yaitu Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Staff Ahli Menteri Bidang Ekonomoi Makro dari Kemenkop dan UKM, Rulli Nuryanto, S.E, M.Si. mengatakan, “UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dengan jumlah 64 juta, yang merupakan pelaku usaha terbesar yaitu tercatat 99,8% dengan sumbangsih terhadap PDB negara sebesar 60,51%."
Jika bicara mengenai penyerapan tenaga kerja, tercatat ada 96,9% dari total tenaga kerja di Indonesia, sehingga apabila UMKM berkembang kuat dan bertumbuh kinerjanya, maka akan bertumbuh juga kinerja perekonomian nasional.
Drs. Isy Karim, M.Si, selaku Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kemendag mengatakan, “Saya sangat berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha waralaba dapat terus berlangsung, ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31% dan merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2013 dalam pertumbuhan ekonomi ini konsumsi rumah tangga telah memberikan kontribusi sebesar 51,87% terhadap PDB yang mencapai Rp19,5 triliun, hal ini didorong oleh telah pulihnya mobilitas masyarakat sehingga meningkatkan dunia usaha dan pendapatan masyarakat."
Berita Terkait
-
Franchise, Peluang Usaha Sampingan dengan Omzet Jutaan!
-
Kembangkan Skil Make Up Jadi Peluang Usaha Lewat Beauty Class
-
Sandiaga Uno Berhasil Ciptakan Peluang Usaha Desa Melalui Benih Budidaya Ikan Tawar di Ciamis
-
Fasilitasi Lapak Untuk Berjualan, Relawan Sandi Uno Bantu Pelaku UMKM Ciptakan Peluang Usaha di Bulan Ramadhan
-
Buka Peluang Usaha Lewat Kursus Membuat Bunga Kertas
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%