Suara.com - Indonesia Export Channel menyelenggarakan Musyawarah Nasional 1 (munas 1) dengan tema “Meningkatkan Peran IEC Dalam Pelaksanaan Perdagangan Internasional Indonesia”.
Ronie Aban Ketua Umum IEC mengatakan, IEC lahir pada tahun 2021 dan telah memiliki Akta Pendirian yang dibuat di hadapan Notaris serta terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
"Sampai hari ini IEC telah terbentuk di 11 Wilayah/Propinsi di Indonesia dengan jumlah Anggota tercatat sebanyak 16 ribu Orang Member dan kurang lebih 600 orang Anggota Tetap," ujar Ronie Aban ditulis Senin (22/5/2023).
Lebih lanjut Ronie Aban menambahkan Musyawarah Nasional bagi sebuah Organisasi merupakan sebuah keharusan untuk menentukan arah langkah tujuan organisasi kedepannya sehingga jauh lebih baik lagi dalam menata organisasi, menjalin hubungan antar Lembaga khususnya dengan Kementrian dan Lembaga teknis lainnya terkait dengan Ekspor maupun dengan pihak lain sehingga tujuan dalam pembinaan anggota IEC semakin terarah.
"Semoga dalam kesempatan MUNAS IEC yang Pertama ini kami semua mendapatkan pencerahan dan arahan khususnya kepada Bapak Menteri Perdagangan, Bapak Menteri Kemendesa, serta semua pihak yang terlibat dalam dunia perdagangan Internasional," imbuhnya.
IEC sendiri tambah Ronie Aban, telah melakukan ekspor berbagai jenis komoditas pada tahun 2022 sampai dengan 2023 sebanyak kurang lebih 80 perusahaan. Dan pada bulan Mei ini juga salah satu member tetap IEC akan mengikuti Pameran World Of Coffee di Budhapest dan Athena, atas undangan dari Kementrian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri.
Berharap keikutsertaan member tetap IEC pada ajang bergengsi tersebut akan membuahkan hasil maksimal, khususnya terhadap ekspor kopi Indonesia.
Pelaksanaan MUNAS I Indonesia Export Channel Tahun 2023 ini, akan memperoleh masukan-masukan berharga guna penyempurnaan dan perbaikan organisasi, baik kebijakan, program, dan kegiatan Tahun berjalan 2023 – 2024 yang akan dirumuskan dalam MUNAS Pertama ini.
Kegiatan MUNAS ini sangat strategis dan penting bahkan menjadi kunci dalam menentukan masa depan organisasi termasuk strategi untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh para Anggota IEC di lapangan.
Baca Juga: Mendag Zulhas Hadiri Halal Bihalal Bersama Ribuan Warga LDII
"IEC memiliki fungsi perekat antara anggota dengan para pihak terkait dengan dunia eksport. IEC juga berperan sebagai unsur yang menggalang peran serta aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi melalui Perdagangan Internasional, " ungkap Ronie Aban.
Lismayana, Ketua Panitia Penyelenggara Musyawaran Nasional Indonesian Export Channel (IEC), mengatakan tujuan penyelenggaraan Munas ini, karena pentingnya menyamakan langkah organisasi baik pusat maupun wilayah serta perlunya strategi dalam mendorong peningkatan ekspor para anggota IEC, baik dalam peningkatan wawasan keilmuan tentang ekspor, pendanaan ekspor, regulasi dan lain sebagainya.
"Peserta Munas IEC Tahun 2023 ini dihadiri oleh utusan Wilayah dari seluruh Indonesia, yang terbagi dalam 11 wilayah dengan jumlah anggota tetap yang tervalidasi IEC sebanyak kurang lebih 600 perusahaan. Acara MUNAS ini sendiri akan berlangsung 1 hari penuh," imbuh Lismayana.
Ketua Pelaksana Munas IEC 1 juga mengatakan, pihaknya telah menyepakati dan menandatangani MOU kerjasama dengan berbagai Lembaga pendukung ekspor, seperti ASEI (Asuransi Ekspor), Bank Arta Graha dan Bank Rakyat Indonesia (Pembiayaan Ekspor).
Upaya yang dilakukan oleh kami di IEC tentu akan memberikan dampak positif dalam perekonomian negara melalui Devisa yang dihasilkan oleh teman teman eksportir yang tentunya membutuhakan dukungan penuh dengan kebijakan kebijakan Pemerintah melalui Kementrian, Dinas Teknis terkait.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar
-
RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang
-
Danantara Punya Standar Baru Penilaian BUMN, Tak Hanya dari Profit
-
APBN Jadi 'Bemper', Menko Airlangga: MBG Itu Investasi 1 Dolar Menghasilkan 7 Dolar
-
BRI Gelar Silaturahmi Ramadan, Bahas Outlook Ekonomi dan Laba Rp57,1 Triliun