Suara.com - Pesantren merupakan tempat menuntut ilmu keagamaan yang banyak melahirkan generasi yang langsung terjun dimasyarakat.
Santri saat ini dituntut harus memiliki keterampilan tambahan agar dapat bertahan dalam menyampaikan pesan keagaamaan melalui keterampilan tambahan yang dimilikinya.
Hal tersebut yang melandasi Santri Dukung Ganjar (SDG) Kalimantan Timur bekerja sama dengan Asosiasi Petani Milenial Kalimantan Timur mengadakan kegiatan Pelatihan Entrepreneurship Bercocok Tanam Hijau dengan Metode Hidroponik di Pondok Pesantren An-Nur Al-Ikhlas Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hadir sebagai narasumber Ketua Asosiasi Petani Milenial Ginanjar Ibnu Tamimi.
Kegiatan tersebut diadakan dalam rangka peningkatan keterampilan bertani dan mengasah kreatifitas serta meningkatkan jiwa agripreneur Santri melalui penerapan metode hidroponik.
Koordinator Wilayah (Korwil) SDG Kaltim Abdul Rahim mengutarakan harapannya agar bisa terus membina santri dari segi ruhiyah dengan ilmu-ilmu keagamaan dan dari segi rupiah yaitu dengan melatih santri agar dapat mandiri dengan melakukan wirausaha berbasis pertanian.
"Jadi, memang tujuannya adalah jangka panjang, untuk mendidik para santri menjadi entrepreneur setelah mereka lulus dari ponpes," ujar Rahim ditulis Senin (22/5/2023).
Rahim menyampaikan kegiatan tersebut dilandasi atas hasil aspirasinya bersama pondok pesantren di wilayah tersebut yang menurutnya masih minim kendala dalam mengimplementasikannya.
Sehingga, SDG, kata Rahim memberikan solusi dengan membawa narasumber dan fasilitas pendukung penerapan metode hidroponik dalam bercocok tanam.
"Sebagai Santri Dukung Ganjar telah melakukan inventarisasi ke sejumlah ponpes di Kalimantan Timur dan kami pastinya mendengar aspirasi dari sejumlah ponpes terkait apa yang dibutuhkan. Hari ini kami memberikan solusi dari apa yang dibutuhkan mereka dengan mengadakan pelatihan bercocok tanam berbasis hidroponik," ungkap Rahim.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ribuan Santri Habib Bahar Kepung Kantor Bareskrim Polri
Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Petani Milenial Ginanjar mengapresiasi atas kegiatan pelatihan metode hidroponik yang diterapkan di Ponpes An-Nur Al Ikhlas.
Dia pun berharap hal itu bisa berkembang dan ditiru oleh ponpes lainnya di wilayah Tenggarong.
Ginanjar menyampaikan pengenalan media tanam, penyakit tanaman hidroponik, sampai ke pemasaran produk hasil budidaya tanaman hidroponik. Para santri diajarkan cara membuat nutrisi siap pakai untuk tanaman, kemudian dilakukan pindah tanam bibit ke instalasi hidroponik.
"Tentunya awal dasar hidroponik adalah pembenihan dan pembibitan, cara melarutkan nutrisi dan budidaya yang baik dan benar yang kemudian diakhiri dengan panen. Selain itu juga kita memberikan motivasi cara pemasaran dan menjadi santripreneur melalui industri pertanian," ungkap Ginanjar.
Rencana ke depan pemasaran sayuran hidroponik di pesantren An-Nur Al-Ikhlas dapat dimulai kepada masyarakat di lingkungan pesantren dan keberlanjutan pemasarannya dilakukan secara daring.
"Kami akan dampingi sampai dengan proses pemasarannya, karena kita juga tergabung di asosiasi-asosiasi petani. Jadi memang, antara petani hidroponik itu sudah terhubung, sehingga demand itu akan tetap terjaga," jawabnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang