- Ekspor mineral bakal wajib lewat PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
- Tahap awal fokus pada batu bara, bijih besi, dan produk olahan besi.
- Pemerintah klaim skema baru cegah transfer pricing dan underpricing.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan mengalihkan proses ekspor seluruh komoditas mineral melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperketat pengawasan ekspor sumber daya alam (SDA) sekaligus mengoptimalkan penerimaan devisa negara.
Bahlil mengatakan, implementasi tahap awal akan difokuskan pada komoditas batu bara dan beberapa produk berbasis besi, termasuk bijih besi serta hasil pemrosesan setengah jadi. Menurutnya, langkah tersebut akan menjadi fase transisi sebelum seluruh komoditas mineral diwajibkan menggunakan jalur ekspor melalui DSI.
“Mineral, semua mineral nanti lewat Danantara. Tetapi tahap pertamanya adalah batu bara dan beberapa besi,” ujar Bahlil di Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026).
Pemerintah menargetkan skema baru ini mulai berjalan pada 2026, namun proses transisi disebut sudah dimulai tahun ini melalui penunjukan sejumlah BUMN sebagai pelaksana awal.
Menurut Bahlil, sentralisasi ekspor lewat DSI akan menjadi senjata baru pemerintah untuk memberantas praktik manipulasi nilai ekspor yang selama ini kerap merugikan negara. Ia menilai pola under-invoicing, underpricing hingga transfer pricing dapat ditekan karena seluruh transaksi ekspor akan berada di bawah pengawasan yang lebih terintegrasi.
“Dengan ini tidak ada lagi isu under-invoicing, underpricing, transfer pricing,” katanya.
Pemerintah sendiri resmi mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pada Rabu (21/5). Badan baru ini akan berperan sebagai agregator atau perantara penjualan komoditas SDA Indonesia ke pasar global. Artinya, perusahaan tambang maupun produsen SDA nantinya tidak lagi bisa melakukan ekspor secara langsung tanpa melalui DSI.
Selain batu bara dan produk besi, tahap awal implementasi juga akan mencakup minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) serta ferrous alloy.
Baca Juga: IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru
Langkah tersebut dinilai menjadi upaya pemerintah untuk memperkuat kontrol atas Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA yang selama ini dinilai belum optimal masuk ke sistem keuangan domestik. Dengan model terpusat melalui DSI, pemerintah berharap aliran devisa ekspor bisa lebih terkendali sekaligus meningkatkan kontribusi sektor SDA terhadap penerimaan negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
Terkini
-
5 Jenis KPR untuk Solusi Cicilan Nasabah dan Dampaknya Jika BI Naikkan Suku Bunga
-
IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru
-
Indonesia dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Hadapi Geopolitik Demi Ketahanan Energi Nasional
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Suku Bunga BI Naik Jadi 5,25%, Apakah Semua Cicilan KPR Bakal Ikut Melonjak?
-
IHSG Ambruk 2,4 Persen ke Level 6.167, Investor Panik Lego Saham
-
Badai PHK Belum Usai, 20 Ribu Pekerja RI Terancam Kehilangan Pekerjaan Dalam Waktu Dekat
-
Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh
-
Perang AS-Iran: 6 Juta Barel Lolos dari Selat Hormuz, Harga Minyak Turun
-
Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara