Bisnis / Makro
Kamis, 21 Mei 2026 | 12:11 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom]
Baca 10 detik
  • Pemerintah melalui BPI Danantara membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada Mei 2026 untuk mengawasi ekspor komoditas sumber daya alam.
  • Pembentukan PT DSI bertujuan mengatasi praktik manipulasi harga ekspor atau under-invoicing agar keuntungan perusahaan dalam bursa saham meningkat.
  • Menkeu Purbaya menyatakan penurunan IHSG pada 21 Mei 2026 terjadi karena investor belum memahami dampak positif kebijakan tersebut.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai Pemerintah membentuk badan ekspor khusus bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI).

Menkeu Purbaya menilai kalau para investor pasar saham masih belum mengerti soal tugas dari BUMN khusus ekspor tersebut. Makanya mereka lebih memilih menjual saham dari bursa.

"Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut jual dulu. Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harusnya akan naik," kata Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Bendahara Negara mengklaim kalau PT DSI dibentuk lantaran adanya praktik under invoicing alias manipulasi data dari harga asli. Selama ini banyak pihak yang melakukan kecurangan dalam ekspor.

Dengan hadirnya badan ekspor baru, Purbaya menilai kalau data eksportir bisa lebih mudah dideteksi. Walhasil perusahaan yang ada di pasar saham bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak.

"Karena gini, nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu. Jadi tadinya yang biasa uangnya jadi mainnya oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan, sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni. Jadi perusahaannya juga akan untung," lanjutnya.

Ilustrasi IHSG. [Antara]

Purbaya yakin kalau IHSG kembali naik PT DSI sudah melakukan tugasnya mengawal ekspor komoditas.

"Jadi harusnya bisa double untungnya yang listed di bursa, yang dilaporkan ya. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan yang ada di bursa. Pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan," jelasnya.

Berdasarkan pantauan, IHSG kembali terjerembab pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, IHSG turun tajam 151,14 poin atau 2,40 persen ke level 6.167,36 hingga pukul 10.58 WIB.

Baca Juga: Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN

Tekanan jual terlihat mendominasi sejak awal perdagangan. IHSG dibuka di level 6.366,48 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.378,81 sebelum akhirnya longsor hingga menyentuh level terendah harian di 6.163,56. Posisi tersebut sekaligus menjadi titik terendah baru dalam 52 minggu terakhir.

Danantara bentuk badan ekspor PT DSI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akhirnya membangun BUMN baru untuk menampung ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). BUMN itu bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Danantara Sumberdaya Indonesia akan seperti makelar di mana akan menjual komoditas SDA dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Dengan kata lain, perusahaan ke depan tidak bisa ekspor sendiri, tapi harus melalui DSI

Prabowo Subianto bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (Gemini AI)

Adapun, komoditas SDA yang ditampung DSI diantaranya, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferrous alloy).

"Dalam rangka kita menyempurnakan, memperbaiki baik secara terbuka, dengan menjunjung good governance yang tinggi, kita mulai pada bulan Juni ini," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Roeslani di dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Meski demikian, Rosan menegaskan, kerja DSI akan bertahap, tidak langsung mengoleksi komoditas dan langsung menjual. Dalam tahap awal, DSI hanya melakukan pencatatan dokumen ekspor.

"Kami menyampaikan bahwa semua transaksi yang berkaitan dengan ekspor sifatnya hanya pelaporan terlebih dahulu, pelaporan terlebih dahulu, Q-Q secara komprehensif kepada kami," ucap Rosan.

Load More