Suara.com - Baru-baru ini, seorang warganet curhat di media sosial miliknya karena ia merasa dicurangi saat membeli donat dari brand lokal ternama JCO. Warganet itu membagikan kisah kalau ia telah menjadi korban up selling. Apa itu up selling?
Berdasarkan curhatannya, Ia menyebutkan kalau karyawan JCO licik dan tidak jujur karena melakukan up selling tanpa persetujuan dirinya.
"SURAT TERBUKA UNTUK JCO PLISSS !!! Tatar lagi karyawan lo biar gak NGE LICIKIN PEMBELI YG GAK NGERTI KAYA GW," tulis warganet di video TikTok, dikutip pada Senin (22/5/2023).
Kemudian pada lanjutan curhatnya, ia mengaku kesal lantaran harus membayar lebih untuk kue yang sebenarnya tidak ingin dibeli. Ia juga mengungkapkan kalau dirinya membeli donat tersebut dari cabang JCO di Graha Cijantung, di mana sejak awal ia hanya berniat beli satu lusin donat ukuran besar.
Lalu karyawan yang melayaninya menawarkan paket satu lusin donat besar bonus 1 lusin donat kecil dengan harga Rp 148 ribu. Singkat cerita, Ia membeli 1 lusin donat seharga Rp 124 ribu dengan tambahan 1 kue pastry.
Kemudian setibanya di rumah, ia melihat struk belanjaannya dan ketika itu, ia baru sadar kalau dirinya terkena up selling. Ternyata yang dibeli adalah paket 1DZ pastry 5, sementara untuk harga 1 lusin donat saja memang tidak sampai Rp100 ribu.
Meskipun harus membayar lebih, ia membenarkan kalau dirinya memang tidak benar-benar rugi karena tetap mendapatkan tambahan kue.
Warganet tersebut hanya menyayangkan cara karyawan JCO yang membuatnya seperti dipaksa untuk membeli lebih tanpa sepengetahuannya sebagai konsumen. Curhatan di media sosial itu lantas menjadi viral, dan banyak yang mempertanyakan apa itu up selling.
Apa itu Up Selling?
Baca Juga: Trik Penjualan Jco Dibongkar Oleh Konsumen, Begini Modusnya
Up selling adalah sebuah strategi penjualan yang dilakukan oleh suatu bisnis dengan cara mendorong para konsumen untuk membeli produk yang nilainya lebih tinggi dari produk awal yang ingin dibeli oleh konsumen tersebut.
Strategi pemasaran yang satu ini dilakukan untuk memengaruhi minat konsumen. Harapannya adalah konsumen tersebut bersedia untuk membeli produk yang serupa namun dengan harga yang lebih tinggi.
Peningkatan harga yang ditawarkan oleh suatu bisnis, biasanya akan dipengaruhi oleh beberapa hal di mana hal-hal tersebut adalah kuantitas, ukuran, maupun varian produk serupa dengan versi yang terbaru atau lebih lengkap.
Perlu dipahami, strategi up selling ini sebenarnya tidak sama sekali merugikan para konsumen. Ini karena dengan uang tambahan yang dikeluarkan, maka konsumen akan mendapatkan manfaat yang lebih banyak dan akan menambahkan nilai kepuasan mereka terhadap produk yang dibelinya.
Bagaimana, sekarang sudah lebih paham tentang apa itu up selling, bukan?
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Trik Penjualan Jco Dibongkar Oleh Konsumen, Begini Modusnya
-
Viral Curhat Warganet Kena Up Selling JCO, Terpaksa Jadi Bayar Lebih Mahal
-
Kronologi Sengketa J.CO, Benarkah Terancam Bangkrut Akibat Utang?
-
Waduh! Gerai Donat J.CO Digugat PKPU
-
J.CO Donuts & Coffee Dinilai Jadi Biang Kemacetan di Jalan Veteran Purwakarta, Dishub Bilang Begini
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terkini
-
Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong
-
Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?
-
PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya
-
Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat
-
IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak
-
Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun
-
Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran
-
Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026