Suara.com - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Polandia untuk Indonesia mendatangi Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati dalam rangka ingin membangun taman rekreasi bernuansa Bali di negaranya.
“Tentu saja kami atas nama Pemprov Bali dan juga masyarakat Bali sangat bangga dengan dibuatnya Mini Indonesia Park yang akan dibangun dengan arsitektur Bali serta menyajikan budaya Bali di Polandia. Kami berharap, hal ini dapat mempromosikan Bali agar dikenal lebih luas,” kata Wagub Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Sabtu (27/5/2023) kemarin.
Nantinya, taman rekreasi itu akan dinamakan Mini Indonesia Park, yang dibangun di sebuah resort wisata terkenal di Polandia bernama Dolina Charlotty Resort and Spa.
Atas rencana Dubes Polandia tersebut, Wagub Bali yang akrab di sapa Cok Ace itu menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap proyek taman rekreasi tersebut.
Orang nomor dua di Pemprov Bali itu berharap di samping taman ini segera dapat terwujud, juga nantinya keberadaan taman rekreasi tersebut betul-betul bisa merepresentasikan budaya dan pariwisata Bali di Polandia.
Kepada Wagub Bali, Dubes Polandia H.E. Beata Stoczyska mengatakan taman ini memang dibuat dalam rangka mempromosikan kekayaan budaya Indonesia dan warisannya di masyarakat Eropa umumnya dan Polandia khususnya.
“Taman ini akan dibangun dengan arsitektur bangunan Bali, diisi dengan produk kerajinan Bali dan masyarakat Polandia juga bisa menikmati musik, makanan dan pertunjukan budaya Bali di sini,” kata dia.
Untuk itu, Stoczyska mengaku kunjungannya ini juga bermaksud mengundang Wakil Gubernur Bali untuk bisa hadir pada peresmian pembangunan proyek Mini Indonesia Park.
Konsul Kehormatan RI untuk Provinsi Pomerania berkedudukan di Gdansk yang juga pemilik Dolina Charlotty Resort and Spa Miroslaw Wawrowski menambahkan, taman rekreasi Mini Indonesia Park akan dibangun di lahan seluas 15 hektare dengan jarak sembilan km dari pantai.
Baca Juga: Video Viral Cewek Bule di Bali Pamer Kemaluan di Atas Motor
“Dengan dibangunnya taman ini diharapkan menjadi ajang promosi budaya serta pariwisata, sehingga Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya akan semakin dikenal tidak hanya oleh masyarakat Polandia tetapi juga masyarakat Eropa,” kata Wawrowski.
Proyek ini adalah bentuk kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dengan pemerintah Polandia, di mana peresmian pembangunannya akan dilaksanakan pada 21 Juli 2023 mendatang.
Berita Terkait
-
Inikah Alasan Shin Tae Yong Tak Lirik Kiper Langganan Timnas Indonesia Nadeo Argawinata dan Pilih Sosok Ini Hadapi Palestina dan Argentina?
-
Ilija Spasojevic Antusias Jalani Laga Uji Coba Melawan Persebaya Surabaya
-
Pemprov Bali Segera Luncurkan Buku Panduan Wisata Does and Doesn't: Tinggal Tunggu Hari Baik
-
4 Negara Tetangga Dihadirkan sebagai Kontingen Badung Sport Tourism 2023
-
Dan Terjadi Lagi! Viral Bule Perempuan Pamer Kemaluan di Bali, Tak Hanya Deportasi, Netizen Juga Tuntut Ini
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik