Suara.com - Sukarelawan Ganjar yang tergabung dalam Srikandi Ganjar mengadakan pelatihan cara membuat Bucket Balon kepada para milenial di Kampung Banjar Kertahayu, Kecamatan Way Pungubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Pelatihan membuat bucket balon bersama Art Buket itu melibatkan puluhan perempuan milenial yang berada di wilayah Lampung Tengah.
Koordinator Wilayah Srikandi Lampung, Diana Ali mengatakan kegiatan itu dilaksanakan untuk mengasah kemampuan kreativitas para perempuan milenial di Lampung
"Kegiatan ini juga sebagai wadah bagi perempuan milenial untuk bisa berkreasi," kata Diana ditulis Minggu (28/5/2023).
Menurut dia, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan menghasilkan sumber ekonomi. Misalnya dengan membuka usaha jasa membuat bucket untuk acara penting.
Pasalnya, kata Diana, buket sering dijadikan sebagai hadiah pada momen tertentu seperti wisuda, ulang tahun atau perayaan lainnya.
Terkadang bentuknya juga bervariasi, ada yang berupa bunga hidup, bunga palsu, hingga snack.
Oleh Karena itu, Diana berharap setelah kegiatan tersebut para peserta bisa berinovasi dalam membuat bucket semenarik mungkin dan mengikuti perkembangan zaman.
"Seiring berjalannya waktu tren bucket juga terus berubah dan berkembang, pada saat ini sedang hits buket bunga dari balon," pesan dia.
Dalam kegiatan tersebut, Diana juga memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo kepada para peserta di Lampung yang didominasi perempuan.
Putri salah satu peserta mengaku sangat senang kegiatan pelatihan membuat bucket yang digelar oleh Srikandi Ganjar.
Dia mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa menambah ilmu pengetahuan dalam membuat bucket yang menarik.
"Kegiatan ini memberikan ilmu baru bagi kami yang mengikuti pelatihan ini. Terima kasih Srikandi Ganjar," ungkap Diana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Joseph Oetomo: Sosok di Balik PT Toba Pulp Lestari, Berapa Porsi Sahamnya?
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim