Suara.com - Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus melaksanakan penyaluran dana bergulir secara optimal kepada koperasi.
Salah satu mitra penerima dana bergulir LPDB-KUMKM di Kota Semarang, Jawa Tengah adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Bina Niaga Utama (KSPPS BINAMA). Berdiri sejak tahun 1993, koperasiinj telah memiliki satu kantor pusat dan sembilan kantor cabang, dengan total anggota sebanyak 24.968 orang. KSPPS BINAMA juga mencatatkan total aset hingga Desember 2022 sebesar Rp180,56 miliar.
“Selain dari sisi permodalan LPDB-KUMKM, dukungan dari sisi kesehatan, pembinaan, pengawasan, kelembangaan, dan kinerja keuangan diperoleh dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang, dan lembaga lainnya,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/5/2023).
Untuk perkuatan permodalan LPDB-KUMKM sendiri, tambah Agus, KSPPS BINAMA telah enam kali memperoleh fasilitas pembiayaan sejak tahun 2011 hingga saat ini. Pembiayaan pertama diperoleh tahun 2011 sebesar Rp5 miliar, pembiayaan kedua tahun 2013 sebesar Rp9 miliar, dan pembiayaan ketiga tahun 2019 sebesar Rp3 miliar. Ketiga fasilitas pembiayaan tersebut kini berstatus kolektibilitas lunas.
“Pembiayaan keempat didapatkan KSPPS BINAMA tahun 2020 sebesar Rp10 miliar, pembiayaan kelima tahun 2021 sebesar Rp10 miliar, dan pembiayaan keenam tahun 2023 sebesar Rp15 miliar. Ketiga pembiayaan tersebut hingga kini berstatus kolektibilitas pembayaran lancar,” jelas Agus.
Agus menuturkan, selama 12 tahun bermitra, KSPPS BINAMA memiliki kesan positif terhadap LPDB-KUMKM. Layanan LPDB-KUMKM bekerja secara mendetail, sehingga sangat membantu dalam menertibkan administratif koperasi.
Koperasi berharap, LPDB-KUMKM dapat terus mendampingi koperasi-koperasi dalam mempercepat peningkatan kinerja, serta menjadi solusi atas persoalan-persoalan yang dihadapi, khususnya mengenai modal kerja dan pendanaan, lanjut Agus.
Di samping itu, Agus menuturkan, upaya untuk meningkatkan produktivitas usaha dan pendapatan di tahun 2023, KSPPS BINAMA berupaya untuk menumbuhkan pembiayaan dengan menambah dan memperluas anggota di segmen pembiayaan yang ada, mengevaluasi rate margin pembiayaan agar bersaing, meningkatkan kecepatan pelayanan ke anggota, serta menurunkan Non Performing Financing (NPF) agar kinerja pendapatan maksimal.
“Melalui pendanaan LPDB-KUMKM yang menawarkan bagi hasil yang murah, yakni rate margin sebesar tiga hingga empat persen, KSPPS BINAMA berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dan pembiayaan yang termurah bagi anggota. Dengan demikian, koperasi mampu bersaing dan lebih diterima oleh anggota,” harap Agus.
Baca Juga: Ganjar Kunjungi Festival UMKM dan Silaturahmi ke Ribuan Tokoh Agama Juga Seniman Tangerang
Senada dengan Agus Mubarok, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo berharap, melalui perkuatan permodalan dana bergulir, seluruh mitranya mengalami peningkatan siginifikan dari segi produktivitas dan pendapatan usaha. LPDB-KUMKM hadir memberi kemudahan akses pembiayaan, investasi, dan pemasaran bagi seluruh pelaku usaha koperasi di tanah air.
“Banyak koperasi di Indonesia memiliki potensi besar sebagai wadah pengembangan ekonomi masyarakat melalui pelaku UMKM, namun kenyataannya dari sisi tata kelola, kelembagaan, dan manajemen bisnis perlu adanya peningkatan. Oleh sebab itu, LPDB-KUMKM memaksimalkan prinsip pelayanan termasuk pendampingan kepada koperasi, sehingga nantinya memenuhi syarat dan kriteria dalam pengajuan proposal pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM,” ujar Supomo.
Supomo menambahkan, pendampingan kepada koperasi-koperasi potensial menjadi poin penting bagi LPDB-KUMKM dalam menjaring mitra-mitra baru. Tahapan ini yang akan menjadi cikal bakal dalam membentuk ekosistem yang baik sehingga koperasi dapat menjadi aggregator bagi para anggotanya.
“Selain dari sisi pendampingan, dukungan akses permodalan LPDB-KUMKM juga diharapkan dapat mendorong koperasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Koperasi dari sektor usaha produktif seperti, pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, dan jasa menjadi konsentrasi utama LPDB-KUMKM dalam penyaluran pinjaman/pembiayaan dimana tujuan utamanya adalah mendukung dan memperkuat perekonomian nasional,” tutup Supomo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump