Suara.com - Baru-baru ini ada pemandangan berbeda ketika Anda menginjakkan kaki di Jakarta lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Tidak jauh dari Pintu Tol Sedyatmo, Anda akan disambut dengan sebuah billboard berukuran besar, menampilkan empat ekor monyet yang berpakaian layaknya karyawan, lengkap dengan plat divisi mereka.
Jika Anda seorang leader di sebuah organisasi, Anda tentu paham rasa frustasi yang dialami pria yang ada di billboard tersebut.
Anda harus bertanggung jawab atas bawahan Anda, memastikan pekerjaan mereka selesai, dan bahkan menyelesaikan pekerjaan tersebut karena mereka tidak mampu melakukannya.
Situasi ini mungkin terjadi setiap hari hingga pekerjaan Anda sendiri terbengkalai. Sementara Anda kehabisan waktu, tim Anda justru kehabisan pekerjaan.
Rupanya, billboard ini merupakan bagian dari campaign yang tengah dijalankan oleh sebuah perusahaan software bisnis bernama HashMicro. Nampaknya, perusahaan yang semula berdiri di Singapura ini makin menunjukkan eksistensinya di Indonesia.
Business Development Director HashMicro, Lusiana Lu, angkat bicara soal campaign ini. Menurut keterangannya, bukan tanpa alasan HashMicro menggunakan visual yang unik ini.
“Kami mengangkat konsep manajemen klasik, monkey management, oleh William Ocken Jr. Tujuannya adalah untuk menunjukkan salah satu masalah produktivitas terbesar di perkantoran,” ungkapnya ditulis Kamis (8/6/2023).
Lusiana melanjutkan, konsep monkey management ini merupakan istilah yang kerap digunakan untuk mendeskripsikan loncatnya tanggung jawab dari bawahan ke atasan akibat individu yang tidak cukup cekatan dalam menyelesaikan masalah.
Baca Juga: Diduga lapar, Ratusan Monyet Liar Turun ke Perkampungan di Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur
Biasanya hal ini disebabkan oleh terbatasnya sumber daya yang bisa dijadikan acuan untuk mengambil keputusan.
Di perusahaan yang masih bekerja secara tradisional dan manual, “monyet-monyet” di tempat kerja adalah “penyakit” yang bisa berakibat fatal bagi perusahaan.
Karyawan terjebak dalam rutinitas administratif yang berlebihan dan menghambat kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan strategis.
Permasalahan ini seharusnya bisa diselesaikan dengan teknologi. Tetapi, tidak sedikit perusahaan yang mau melakukan perubahan. Karyawan seperti dipaksa menggunakan peta di saat teknologi GPS tersedia.
Monkey management hanyalah bagian kecil dari dampak pekerjaan manual. Ketika perusahaan bergantung pada metode kerja ini, team leader akan kesulitan untuk mendelegasikan pekerjaan dan tanggung jawab dengan baik.
“Tanpa adanya satu sistem yang menjadi single source of truth, tidak akan ada otonomi karyawan. Mereka tidak bisa mengakses data yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Keterbatasan akses informasi inilah yang kemudian akan membebani para eksekutif,” ujar Lusiana.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat
-
BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo
-
5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis
-
Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis