Dengan pola kerja demikian, perusahaan akan dibebani dengan kualitas hasil kerja, akuntabilitas, serta manajemen proyek yang buruk.
Team leader yang seharusnya bisa fokus mengembangkan perusahaan akhirnya menghabiskan waktu dan energi untuk memastikan pekerjaan tim selesai dengan baik.
Dalam skala besar, proses manual dan “monyet” di tempat kerja memiliki dampak yang sangat buruk dan merugikan. Proses manual cenderung dapat mengakibatkan turunnya pendapatan perusahaan akibat manajemen SDM yang buruk, keterlambatan dalam pengambilan keputusan, pengerjaan tugas yang tidak terkoordinasi.
Tidak jarang kesalahan semacam ini juga mengakibatkan hilangnya data penting, pelanggan yang tidak puas, dan bahkan tuntutan hukum.
Selain itu, pertumbuhan perusahaan juga tersendat. Ketergantungan pada proses manual dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk mengefisiensikan operasional atau meningkatkan skala bisnis, karena proses manual seringkali tidak dapat diotomatisasi dan memerlukan sumber daya manusia yang lebih banyak.
Meskipun sudah mengetahui konsekuensi proses manual, perusahaan seringkali menghadapi dilema dalam mengubah sistem kerja menjadi lebih terotomatisasi. Hal ini biasanya terjadi karena perusahaan enggan menghadapi suatu perubahan yang besar atau masih mengandalkan sistem perusahaan yang outdated.
“Menerapkan sistem kerja baru memang tidak selalu mudah. Perusahaan yang selalu bekerja di comfort zone-nya cenderung menolak perubahan sistem karena berpikir akan mengancam kinerja mereka. Tanpa mereka sadari, upaya pengoptimalan pertumbuhan perusahaan justru terhambat karena proses manual yang outdated,” jelas Lusiana.
Melihat potensi kerugian yang disebabkan proses manual, perusahaan perlu menyadari pentingnya mengubah sistem kerja secara keseluruhan. Perusahaan dalam hal ini perlu membantu memaksimalkan potensi karyawan mereka dengan tools yang tepat. Hal ini akan meminimalisir adanya ‘monyet’ di tempat kerja agar produktivitas dan profitabilitas meningkat.
HashMicro hadir sebagai sebuah solusi untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis secara end-to-end. Dengan cara kerja yang otomatis dan sistematis, karyawan terhindar dari pekerjaan administratif yang berlebihan, sehingga bisa fokus pada pekerjaan yang mengasah kemampuan mereka, bereksperimen, sehingga mendukung adanya pembelajaran yang berkelanjutan.
Baca Juga: Diduga lapar, Ratusan Monyet Liar Turun ke Perkampungan di Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur
“Singkatnya, HashMicro membantu seluruh stakeholder di perusahaan untuk fokus mengurangi pengeluaran, meningkatkan akurasi bisnis, dan membuka jalan untuk skalabilitas melalui efisiensi operasional,” tutup Lusiana.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Aturan Turunan Belum Terbit, Demutualisasi BEI Masih Menggantung
-
Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000
-
5 Risiko Jual Beli Rumah Tanpa Notaris yang Bisa Rugikan Pembeli
-
Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
IHSG Tetap Loyo Meski PDB RI Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-IV 5,39%
-
Daftar Saham Buyback Januari-April 2026, Emiten Konglomerat Diborong
-
Awal Februari, Harga Beras dan Cabai Rawit Kompak 'Nanjak'
-
Konsumsi Rumah Tangga Jadi 'Penyelamat' Ekonomi RI Sepanjang 2025
-
Tensi AS - Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke 68 Dolar AS
-
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025