Suara.com - PT Schneider Indonesia, subsidiary dari Schneider Electric kembali memperkuat komitmennya untuk melakukan pengurangan emisi global melalui Schneider Sustainability Impact (SSI).
Sebagai bagian dari SSI, Schneider Indonesia menginisiasi Green Program untuk melakukan penanaman donasi 230 bibit tanaman buah pada lahan seluas 1.140 m2 dari total 10.650 m2 di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 kota Kediri, Jawa Timur.
Schneider Green Program sendiri telah diinisiasi sejak tahun 2022 dan telah berhasil memberikan dampak dan manfaat melalui penananaman lebih dari 300 pohon mulai dari Bekasi, Medan, Surabaya, Mojokerto, dan Malang – dengan potensi penyimpanan karbon hingga 6,89 ton.
“Schneider Green Program ini dimotori oleh para karyawan Schneider Indonesia yang memberi donasi bibit tanaman penghijauan pada sekolah-sekolah yang membutuhkan bibit tanaman untuk program penghijauan guna mengurangi emisi gas CO2,” ujar Roberto Rossi, Cluster President Schneider Indonesia dan Timor Leste dalam keterangannya, Senin (19/6/2023).
Schneider Green Program memiliki target untuk menanam 800 bibit tanaman keras hingga tahun 2025 yang diperoleh dari donasi karyawan PT SEI dengan target sekitar 18,4 ton potensi penyimpanan karbon.
Pada awal pelaksanaan Schneider Green Program, Schneider Indonesia banyak melibatkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki jurusan Ketenagalistrikan, Otomasi, & Energi Terbarukan untuk mempromosikan sekolah HIJAU lingkungan.
Dalam perjalanannya, banyak pihak di luar SMK yang menghubungi Schneider Indonesia untuk donasi bibit tanaman penghijauan pada lingkungan sekolah. Selanjutnya, Schneider Indonesia akan berkolaborasi dengan mitra dan pelanggan untuk melakukan misi Green ini pada masa depan.
Beroperasi sejak tahun 1973, hingga saat ini PT SEI memiliki kurang lebih 3.000 karyawan dengan 3 pabrik pintar/smart factories dan 1 platform logistik di Batam serta 1 pabrik engineer-to-order terbesar Asia yang terletak di Cikarang, Bekasi. Kesemua fasilitas pabrik tersebut melayani pasar internasional, regional, dan nasional dengan volume permintaan yang terus meningkat.
“Melalui Schneider Sustainability Impact (SSI), kami senantiasa berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan yang memberikan dampak positif baik terhadap lingkungan maupun komunitas. Kami juga berharap kegiatan seperti dapat dilakukan secara merata di seluruh Indonesia, sehingga menjadi contoh bagi pihak-pihak lain untuk terus berkontribusi dalam melestarikan lingkungan,” tutup Roberto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya