- IHSG pada Jumat, 27 Februari 2026, ditutup nyaris stagnan di level 8.235,49 akibat sentimen domestik dan eksternal.
- Pelemahan pasar dipicu ketidakpastian tarif AS, peringatan fiskal S&P, dan rebalancing MSCI, membuat rupiah melemah.
- Pekan depan pasar akan mencermati rilis data ekonomi penting seperti PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi Februari 2026.
Suara.com - IHSG ditutup nyaris stagnan di level 8.235,49 atau terkoreksi tipis -0,00 persen, pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026. Sepanjang sesi, indeks sempat bergerak melemah akibat sentimen eksternal dan domestik.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, tekanan pasar dipicu ketidakpastian kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS), peringatan mengenai meningkatnya tekanan fiskal Indonesia dari S&P Global Ratings, serta faktor rebalancing MSCI di akhir bulan.
Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah turut melemah dan ditutup di level Rp16.787 per dolar AS di pasar spot, di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat penyempitan histogram positif pada indikator MACD masih berlanjut, sementara Stochastic RSI bergerak mendekati area pivot.
Kondisi ini mengindikasikan ruang pergerakan indeks yang cenderung terbatas dalam jangka pendek.
Dari sentimen domestik, pasar akan mencermati rilis sejumlah indikator ekonomi penting pada pekan depan.
Data yang dijadwalkan rilis antara lain S&P Global Manufacturing PMI (2/3), neraca perdagangan Januari 2026 (2/3), inflasi Februari 2026 (2/3), serta cadangan devisa Februari (6/3).
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 45,84 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 38,20 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,39 juta kali.
Baca Juga: BNBR Gelar Rights Issue 90 Miliar Saham, Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi CCT
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 352 saham bergerak naik, sedangkan 338 saham mengalami penurunan, dan 268 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, BNBR, MSIN, WMUU, DNAR, XIFE, GRPH, SKLT, INCO, ESTA, XPSG, UNSP, MTFN, OMRE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SOTS, POLI, JAYA, SKBM, BIPP, XSBC, MSKY, KOTA, DIVA, XIML, RODA, INAI.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?
-
Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang
-
Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang
-
Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik
-
Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia