Bisnis / Keuangan
Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:45 WIB
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG pada Jumat, 27 Februari 2026, ditutup nyaris stagnan di level 8.235,49 akibat sentimen domestik dan eksternal.
  • Pelemahan pasar dipicu ketidakpastian tarif AS, peringatan fiskal S&P, dan rebalancing MSCI, membuat rupiah melemah.
  • Pekan depan pasar akan mencermati rilis data ekonomi penting seperti PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi Februari 2026.

Suara.com - IHSG ditutup nyaris stagnan di level 8.235,49 atau terkoreksi tipis -0,00 persen, pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026. Sepanjang sesi, indeks sempat bergerak melemah akibat sentimen eksternal dan domestik.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, tekanan pasar dipicu ketidakpastian kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS), peringatan mengenai meningkatnya tekanan fiskal Indonesia dari S&P Global Ratings, serta faktor rebalancing MSCI di akhir bulan.

Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah turut melemah dan ditutup di level Rp16.787 per dolar AS di pasar spot, di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia.

Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat penyempitan histogram positif pada indikator MACD masih berlanjut, sementara Stochastic RSI bergerak mendekati area pivot.

Kondisi ini mengindikasikan ruang pergerakan indeks yang cenderung terbatas dalam jangka pendek.

Dari sentimen domestik, pasar akan mencermati rilis sejumlah indikator ekonomi penting pada pekan depan.

Data yang dijadwalkan rilis antara lain S&P Global Manufacturing PMI (2/3), neraca perdagangan Januari 2026 (2/3), inflasi Februari 2026 (2/3), serta cadangan devisa Februari (6/3).

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 45,84 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 38,20 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,39 juta kali.

Baca Juga: BNBR Gelar Rights Issue 90 Miliar Saham, Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi CCT

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 352 saham bergerak naik, sedangkan 338 saham mengalami penurunan, dan 268 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, BNBR, MSIN, WMUU, DNAR, XIFE, GRPH, SKLT, INCO, ESTA, XPSG, UNSP, MTFN, OMRE.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SOTS, POLI, JAYA, SKBM, BIPP, XSBC, MSKY, KOTA, DIVA, XIML, RODA, INAI.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Load More