Bisnis / Keuangan
Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:41 WIB
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) resmi mendapat lampu hijau dari pemegang saham untuk melaksanakan aksi korporasi Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Foto ist.
Baca 10 detik
  • BNBR rights issue 90 miliar saham untuk ambil alih Tol Cimanggis Cibitung.
  • Laba bersih BNBR 2025 melesat 49,6% jadi Rp502,7 miliar di tengah tantangan.
  • Struktur modal BNBR membaik, rasio utang terhadap ekuitas turun signifikan

Suara.com - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) resmi mendapat lampu hijau dari pemegang saham untuk melaksanakan aksi korporasi Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Keputusan besar ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Melalui aksi ini, emiten milik Grup Bakrie tersebut bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru seri E.

Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie mengungkapkan, rights issue ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan struktur pendanaan, terutama dalam mendukung pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).

"Seluruh dana akan digunakan untuk pembayaran kewajiban kepada kreditur, serta modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk untuk CCT," ujar Anin usai RUPSLB di Jakarta.

Aksi korporasi ini diproyeksikan bakal mengubah wajah neraca keuangan Perseroan menjadi jauh lebih sehat. Anin memaparkan, rasio total pinjaman terhadap total aset akan melandai dari 84,28% menjadi 67,9%.

Bahkan, perbaikan mencolok terlihat pada rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) yang terjun bebas dari 536,02% menjadi 211,57% pasca-PMHMETD.

"Penurunan rasio ini memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi bagi Perseroan untuk melakukan ekspansi dan memperoleh modal kerja tambahan jika diperlukan," tambah Anin.

Meski pendapatan bersih tahun 2025 tercatat sedikit terkoreksi 3,28% menjadi Rp3,74 triliun secara year-on-year (yoy), BNBR justru menunjukkan taringnya di sisi profitabilitas. Perseroan sukses membukukan lonjakan laba bersih hingga 49,6% menjadi Rp502,74 miliar.

Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, menyebutkan bahwa kinerja positif ini merupakan buah dari efisiensi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kontribusi pendapatan terbesar masih disumbang oleh PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp2,18 triliun, disusul VKTR Group Rp1,08 triliun, dan BIIN Group Rp464,21 miliar.

Baca Juga: Penyebab Harga Saham BNBR Menguat Hari Ini, Bikin Bakrie Cuan

Di sektor masa depan, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik (EV) nasional. Dengan pendapatan stabil di kisaran Rp1,1 triliun, VKTR fokus pada elektrifikasi transportasi publik seperti TransJakarta dan truk listrik untuk sektor logistik.

Tak hanya VKTR, unit usaha lain juga mencatatkan performa gemilang diantaranya PT Bakrie Construction (BCons) dengan pendapatan melesat 330% menjadi Rp171,58 miliar, PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) dengan tumbuh 41,6% berkat kontribusi MKN Group dan CCT dan PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) yang naik 28,1% didorong sektor migas dan non-migas.

Dengan struktur keuangan yang kian kokoh pasca-rights issue, BNBR optimistis dapat terus memacu pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya.

Load More