Suara.com - Proyek pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika termasuk sirkuit Mandalika menuai sorotan usai utang triliunan mencuat.
Melansir berbagai sumber, utang tersebut diperkirakan mancapai Rp4,6 triliun, terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp1,2 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp3,4 triliun.
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporation/ITDC), sebagai pemegang saham PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Group, memberikan penjelasan mengenai isu utang yang dimiliki proyek Mandalika.
Menurut ITDC dalam keterangan resmi yang dikutip pada Senin (19/6/2023), Pemerintah memberikan dukungan pembayaran utang melalui Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp750 miliar dalam bentuk tunai untuk pembangunan kawasan The Mandalika pada tahun 2015 dan 2020.
Selain itu, ITDC juga mendapatkan dukungan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Himpunan Bank Negara (Himbara), dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dengan total pinjaman yang telah dimanfaatkan mencapai Rp3,4 triliun.
"Dalam pembangunan dan pengembangan kawasan ini, diperlukan biaya yang tidak sedikit dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, stakeholder terkait, serta masyarakat sekitar kawasan The Mandalika. Semua bekerja sama untuk mendukung pembangunan dan pengembangan The Mandalika agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di NTB," kata Direktur Utama ITDC, Ari Respati.
Pendanaan ITDC yang berasal dari bank dikatakan masih mampu membayar utang dengan lancar saat ini, karena mereka memperoleh pendapatan dari kawasan The Nusa Dua dan bisnis lainnya melalui anak perusahaan dan usaha turunannya.
"Untuk menjaga kelangsungan usaha dan likuiditas keuangan ke depan, ITDC akan melakukan terobosan bisnis, antara lain dengan mengoptimalkan aset melalui Mitra Investasi pada sebagian lahan yang statusnya diubah menjadi Hak Guna Bangunan (HGB), terutama di kawasan The Nusa Dua," demikian pernyataan tersebut.
Di sisi lain, ITDC juga menyebutkan bahwa event internasional yang diadakan di kawasan The Mandalika, seperti MotoGP dan World SBK, telah memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui kontribusi ekonomi bagi NTB dan secara nasional.
"Dampak ekonomi dari MotoGP 2022 mencapai Rp3,570 triliun untuk perekonomian NTB dan Rp4,500 triliun untuk perekonomian nasional," tulis keterangan resmi ITDC.
Menurut ITDC, penyelenggaraan MotoGP 2022 menarik jumlah penonton sebanyak 102.801 orang, menyerap tenaga kerja sebanyak 4.600 orang, dengan estimasi belanja penonton mencapai Rp545,22 miliar, perputaran uang penonton mencapai Rp697,88 miliar, biaya promosi sebesar Rp25,860 juta, pengeluaran akomodasi sebesar Rp42,7 miliar, dan pendapatan bagi UMKM sebesar Rp23,08 miliar.
Sebelumnya, InJourney mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1,193 triliun untuk ITDC. Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa dana PMN tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan proyek KEK Mandalika, termasuk penyelesaian utang pembangunan tribun utama dan kebutuhan operasional selama penyelenggaraan MotoGP 2022 yang lalu.
Berita Terkait
-
Ingin Ambil Alih Pengelolaan Mandalika, Segini Harta Kekayaan Gubernur NTB Zulkieflimansyah
-
Deretan Pengorbanan Indonesia Demi Sirkuit Mandalika, Ujung-ujungnya Merugi
-
3 Alasan Gubernur NTB Ingin Ambil Alih Sirkuit Mandalika dari InJourney
-
Profil ITDC, BUMN yang Punya Utang Rp 4,6 Triliun
-
Mandalika Wariskan Utang, Patung Presiden Jokowi Naik Motor Disorot: Saking Semangatnya, Begitu Merugi Semua Pura-pura Budek
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z