Suara.com - Relawan Ganjar Muda Padjajaran (GMP) menggelar penyuluhan dan konsultasi pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) untuk mencegah kanker serviks.
Penyuluhan dilakukan di salah satu kafe di daerah Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar). GMP menggandeng penyuluh dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk memaparkan materi soal IVA.
IVA sendiri merupakan pemeriksaan sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat.
Koordinator Daerah GMP Cimahi, Randry Adryan Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya pemeriksaan IVA.
"Ini (kanker serviks) merupakan penyakit yang diidap oleh perempuan. Untuk kegiatan hari ini diikuti oleh kaum perempuan yang antusias, merasa aware dan peduli terhadap kesehatan mereka," kata Randry ditulis Sabtu (24/6/2023).
Kegiatan ini dihadiri ratusan perempuan dengan berbagai latar belakang. Mulai dari mahasiswi, ibu rumah tangga, guru, hingga pengemudi ojek online. Mereka datang dari berbagai wilayah di Cimahi.
Selain penyuluhan soal IVA, dalam kegiatan tersebut juga para peserta diberikan edukasi perihal penyebab timbulnya kanker serviks pada perempuan, serta gejala-gejala yang ada saat kanker mulai timbul di dinding rahim.
"Dengan diadakannya kegiatan ini oleh GMP ini, diharapkan menjadi sebuah alarm atau pengingat untuk kaum perempuan tentang pentingnya menjaga kesehatan, terkhusus tentang kanker serviks yang telah menjadi isu nasional," jelas Randry.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa alasan relawan menggelar penyuluhan ini adalah karena masih banyaknya wanita yang belum memahami soal IVA dan gejala-gejala dari kanker serviks.
Baca Juga: Apa Itu Vaksin HPV? Mengenal Pelindung Perempuan dari Kanker Serviks
"Oleh sebab itu, datangnya kita di sini untuk melakukan sosialisasi dan kampanye tentang bahayanya penyakit tidak menular ini, kanker serviks yang sangat membahayakan," ujarnya.
Relawan GMP berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan bermanfaat lainnya untuk masyarakat di Jawa Barat. Bukan hanya di bidang kesehatan, namun juga di bidang sosil, ekonomi, hingga budaya.
"Kami terinspirasi dari Pak Ganjar yang kita ketahui merupakan sosok yang sangat peduli akan kesehatan dan isu-isu kesehatan yang ada," kata Randry.
"Dari Pak Ganjar juga kami ketahui bahwa kesehatan itu adalah hal yang utama, karena dengan kesehatan yang kita jaga juga, ke depannya kita akan bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
BI: Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Rujukan Lembaga Keuangan Dunia
-
Bukan Esemka, Industri Nasional Ini Sudah Mampu Produksi Mobil Pikap Sendiri
-
Ratusan Saham Masih Belum Penuhi Ambang Batas Free Float IHSG
-
Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!
-
Amerika Serikat Masih 'Labil', Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Ratifikasi ART RIAS
-
Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah
-
6 Fakta Evaluasi Mekanisme Full Call Auction (FCA) Bursa Efek Indonesia
-
Registrasi Online Link PINTAR BI untuk Tukar Uang Baru
-
Syarat Free Float Naik, Saham CBDK Dilepas Rp157,5 Miliar
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras