Suara.com - Hanwha Life perusahaan asuransi jiwa di Korea Selatan kini menggandeng K-Lab untuk memberikan akses layanan kesehatan No.1 dari Korea Selatan. CEO Hanwha Life Indonesia Steven Namkoong bersama Direktur LX International Choi Min menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama Hanwha Life dan K-Lab di K-Lab Medical Center, Jakarta Pusat, 7 Juni 2023 lalu.
K-Lab Medical Center adalah klinik pemeriksaan kesehatan bernuansa Korea pertama di Indonesia. K-Lab merupakan hasil kolaborasi dari Seoul Clinical Laboratories (SCL) yang ternama sebagai klinik laboratorium pertama dan terbaik di Korea, bersama LX International (sebelumnya LG International) yang telah beroperasi lebih dari setengah abad di Indonesia. Lebih lanjut, K-Lab juga didukung oleh Hanaro Medical Foundation, institusi pemeriksaan kesehatan rujukan dari National Health Insurance Service (NHIS) yang memenangkan Customer Satisfaction Management Awards selama 7 tahun berturut-turut (2017-2023) di Korea.
CEO Hanwha Life Indonesia, Steven Namkoong mengatakan, pihaknya selalu menyediakan manfaat, layanan serta nilai lebih. Lewat kerja sama dengan K-Lab, nasabah, karyawan, agen dan mitra Hanwha Life bisa semakin nyaman ketika hendak melakukan medical check up maupun konsultasi rawat jalan dengan akses ke teknologi terkini dan layanan kesehatan terbaik dari Korea di Indonesia. "Apalagi, dengan adanya layanan cashless dan pendamping berbahasa Korea. Selain itu, akan ada acara, branding dan program hadiah bersama K-Lab," ucap Steven dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Selasa (11/7/2023).
“Kami menyambut baik kerja sama antara K-Lab dengan Hanwha Life. K-Lab Medical Center menghadirkan pengalaman klinik laboratorium terbaik dari Korea, dengan dokter dan perawat yang mendapatkan pelatihan berstandar internasional, serta peralatan medis berkualitas tinggi dari Philips, Alpirion, dll," Direktur LX International, Choi Min.
K-Lab dapat melakukan lebih dari 1.300 tipe pemeriksaan termasuk kimia klinis, imunologi klinis, patologi molekular, NGS, genetik, alergi, GERD dan banyak lagi. Beberapa tes juga langsung ditangani oleh Seoul Clinical Laboratories yang memiliki lebih dari 4.000 tipe pemeriksaan dan memiliki kapasitas untuk menjalankan lebih dari 50 juta tes dalam setahun.
Tag
Berita Terkait
-
Pria Perbesar Penis Pakai Minyak Silicon Hasilnya di Luar Dugaan
-
Saran Puan untuk Pendemo Tolak RUU Kesehatan: Kalau Belum Cukup Silakan ke MK
-
Tolak Pengesahan RUU Kesehatan, Bangsamahardika Dipertanyakan Kajian Substantifnya: Rakyat Jangan Terkecoh!
-
Saran Ketua DPR untuk Pendemo Tolak RUU Kesehatan: Ajukan Aspirasi ke Pemerintah atau MK
-
6 Dampak Penggunaan Makeup Kedaluwarsa bagi Kesehatan, Bisa Bikin Kulit Jadi Rusak!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya