Suara.com - Kementerian PUPR terus mempercepat penyelesaian Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah (Sulteng). Kekinian, tengah diselesaikan Huntap Tahap 2A sebanyak 73 unit rumah di Desa Wani, Kecamatan Tanantofea, Kabupaten Donggala.
"Kami terus berupaya mempercepat proses pembangunan Huntap Tahap 2A pascabencana Sulteng. Kami juga menugaskan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi II untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam proses pembangunan Huntap tersebut," kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (15/7/2023).
Berdasarkan data Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II, Ditjen Perumahan, secara keseluruhan Huntap Tahap 2A dibangun sebanyak 712 unit yang tersebar di 15 lokasi, di antaranya Kabupaten Donggala berada di Desa Wani (73 unit), Tompe 1 (44), Tompe 2 (83), Tompe 3 (161), Lende (68), Lompio (16).
Selanjutnya di Desa Tanjung Padang (13), Lende Ntovea 1 (10), Lende Ntovea 2 (44), Ganti (17), Loli Dondo (16), Loli Saluran (18), Loli Tasiburi III (17), dan lokasi mandiri di Kota Palu (104) dan Talise Panau sebanyak 26 unit.
Iwan Suprijanto mengatakan pembangunan Huntap Tahap 2A ini sangat penting bagi masyarakat terdampak bencana di Sulteng. Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan turut bertanggung jawab atas penyediaan hunian agar masyarakat bisa segera menempati hunian yang layak dan memiliki konstruksi bangunan yang aman serta berkualitas.
"Percepatan pembangunan Huntap bukan hanya proyek semata tetapi juga bagian dari operasi kemanusiaan agar masyarakat terdampak bisa segera pindah dan menempati hunian yang layak," kata dia.
Pembangunan Huntap tersebut dilaksanakan dengan menggunakan teknologi rumah tahan gempa Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan nantinya dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung sehingga dapat menjadi hunian nyaman bagi masyarakat.
Huntap dibangun tipe 36 Plus dengan luas lahan 10X15 meter untuk tiap unit dilengkapi ruang tamu, 2 kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.
Sumber pendanaan pembangunan Huntap dari Central Sulawesi Rehabilition and Reconstruction Project (CSRRC) dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya Beton- PT Murni Konstruksi Indonesia (KSO).
Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan Bendungan Cipanas Sumedang Selesai September 2023
"Secara konstruksi bangunan Huntap sudah hampir rampung seluruhnya. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemda, sehingga asetnya bisa segera diserahterimakan untuk dihuni masyarakat," kata Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah Erpika Ansela Surira.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor