Suara.com - Transisi energi adalah hal yang saat ini tidak terelakkan, dan perkembangannya terus dipercepat sebagai upaya menggunakan energi yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan dalam kesempatannya pada acara EBTKE ConEx menyatakan bahwa, meskipun sebagai perusahaan energi yang saat ini bisnisnya masih fokus kepada energi fosil, Pertamina Patra Niaga melihat tren transisi energi ini sebagai peluang, dan berkomitmen untuk turut serta mempercepat perluasan penyediaan energi yang lebih baik.
“Kebutuhan energi Indonesia saat ini sangat tinggi, dan dengan pertumbuhan yang ada, energi akan selalu dicari oleh masyarakat. Di masa transisi energi, Pertamina Patra Niaga fokus kepada penyediaan energi yang lebih baik, dari segi kualitas maupun ramah lingkungan, serta dari sisi pengembangan sumber energi terbarukan,” jelas Riva ditulis Senin (17/7/2023).
Saat ini lanjut Riva, Pertamina Patra Niaga telah mengembangkan infrastruktur hilir sebagai salah satu jawaban dan dukungan percepatan transisi energi sesuai dalam Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 lewat kehadiran Green Energy Station (GES).
389 Green Energy Station yang sudah hadir di seluruh Indonesia menawarkan beberapa keunggulan yang mendukung era transisi energi. Keunggulan itu antara lain adalah adanya sumber listrik alternatif menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), digitalisasi di seluruh lini, penyediaan bahan bakar ramah lingkungan, dan terakhir adanya Charging Station serta Battery Swapping Station untuk kendaraan listrik.
“Ini adalah komitmen yang kami mulai lewat memanfaatkan jaringan SPBU Pertamina menjadi lebih ramah lingkungan dan siap menyediakan alternatif energi yang lebih baik. Seluruh bahan bakar yang tersedia, yakni Pertamax Series dan Dex Series pasti tersedia di GES, lalu Charging Station dan Battery Swapping Station adalah bentuk penyediaan infrastruktur hilir bagi kendaraan listrik yang lokasinya mudah dan familiar bagi masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, setidaknya Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 6 Charging Station di Jakarta, serta 21 Battery Swapping Station di Jakarta dan Bali. Adapun di tahun 2023, Pertamina Patra Niaga terus mencari mitra strategis dalam memperluas kehadiran Charging Station dan Battery Swapping Station di GES milik Pertamina.
Selain itu, Riva mengatakan transisi energi juga Pertamina Patra Niaga lalukan lewat program-program pengembangan produk bahan bakar dengan bauran energi terbarukan.
Seperti yang sudah berjalan saat ini adalah Biofuel dengan FAME atau dikenal sebagai B35 yang sudah disalurkan lewat 116 terminal BBM atau hampir 98% wilayah diseluruh Indonesia.
Baca Juga: Ada 5 Zodiak Paling Baik Hati yang Selalu Berbagi Waktu, Energi, dan Perhatian: Siapa Saja Mereka?
“Artinya Pertamina Patra Niaga selalu siap untuk bersaing, sekaligus mengikuti tren transisi energi. Selain pemanfaatan bahan baku terbarukan, B35 juga mendukung kemandirian energi lewat pengurangan Solar yang diimpor,” tambah Riva.
Tidak hanya yang sudah berjalan, Pertamina Patra Niaga juga turut menyiapkan rencana pengimplementasian bauran energi lain lewat pengembangan produk bahan bakar gasoline atau bensin dengan campuran ethanol di Indonesia, serta pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar aviasi yang lebih ramah lingkungan.
“Pertamina Patra Niaga tidak akan berhenti berinovasi di era transisi energi. Dengan kesiapan infrastruktur kami diseluruh Indonesia, transisi energi Pertamina Patra Niaga lihat sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis, tentu dengan tetap menjalankan berbagai penugasan penyediaan energi bagi masyarakat,” tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri