Suara.com - Sukarelawan Orang Muda Ganjar (OMG) tiada henti menyambangi masyarakat di beberapa daerah untuk mendengar keluhan dan menyerap aspirasi lewat kegiatan bermanfaat.
Kali ini, sukarelawan yang beranggota para anak muda tersebut menyapa puluhan petani karet sekaligus mendengarkan keluh kesah mereka di Desa Bedeng, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Perwakilan OMG Way Kanan Yusar Ali mengatakan pihaknya sengaja mengunjungi para petani karet di desa ini karena menerima banyak keluhan terkait hasil produksi yang mulai menurun.
"Banyak aspirasi dari masyarakat yang kami tampung. Semoga kegiatan kami selanjutnya bisa menjawab apa yang menjadi keluhan dan permasalahan yang ada di masyarakat," ungkapnya ditulis Senin (24/7/2023).
Yusar mengatakan salah satu kendala dan permasalahan yang dihadapi petani karet di Negeri Agung adalah menurunnya produksi karet yang disebabkan penyakit yang dialami pohon. Selain itu, para petani mengeluhkan kualitas bibit yang didapatkan sehingga berdampak pada tumbuhnya pohon karet.
"Kami berencana berikan bibit karet yang bagus. Kami akan usahakan adakan program khusus untuk petani karet di sini ke depannya," ujarnya.
Masyarakat Kecamatan Negeri Agung juga menyampaikan perlunya kebutuhan peralatan pertanian yang digunakan untuk mendukung aktivitas memanen karet. Karena itu, OMG memberikan sekitar 15 pisau deres, 15 arit, dan 20 golok untuk menunjang pekerjaan petani karet di desa tersebut. Yusar mengatakan, dengan pemberian bantuan ini, pihaknya berharap masyarakat makin bersemangat memaksimalkan hasil produksi karet.
"OMG Way Kanan memberikan bantuan berupa pisau deres, golok, dan arit kepada petani karet di Negeri Agung supaya dapat dimanfaatkan untuk pertanian mereka," ujarnya.
Yusar berharap, setelah adanya kegiatan ini, hasil pertanian karet di desa itu makin meningkat sehingga membawa kesejahteraan bagi para petani.
Baca Juga: Kemnaker dan Aptehindo akan Susun Langkah Atasi Persoalan Buruh Teh di Jawa Tengah
"Tujuannya untuk membantu petani karet di kampung ini agar menjadi lebih baik lagi. Semoga kegiatan yang kami adakan ini membawa manfaat," katanya.
Sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo bersama sekitar 50 petani karet di Kabupaten Way Kanan mendoakan agar Ganjar Pranowo menjadi presiden Indonesai periode 2024-2029.
Sementara itu, Dedi, petani karet, menyambut antusias kehadiran OMG di Kabupaten Way Kanan. Menurut dia, OMG membuat aksi nyata turun ke masyarakat untuk mendengarkan keluh kesahnya sebagai petani karet.
"Kegiatan ini sangat bagus untuk menangkap aspirasi masyarakat. Banyak juga warga yang datang menyampaikan keluh kesah," ujarnya.
Dia menyampaikan kurang kompetitifnya harga karet di pasaran sehingga memengaruhi upah penjualan yang diterima dari hasil panen. Pria berusia 37 ini juga berharap pasokan pupuk yang berkualitas.
"Harganya ini susah naik, dari segi produksinya, getah yang dihasilkan pohon karet di sini mulai berkurang karena keterbatasan pupuk yang diperoleh," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara