Suara.com - Ajang pencarian UMKM berkelas global kembali digelar lewat Indonesia Entrepreneur Challenge (IEC) 2023. Ajang yang digelar Tempo Media Group ini menjaring UMKM untuk bisa unjuk gigi di kancah global.
Tahun ini, IEC didukung oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta platform inkubator wirausaha yang juga bagian dari Tempo Media Group yakni Orbitin.id.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendukung penyelenggaraan IEC dan meyakini kegiatan ini akan mendorong UMKM naik kelas serta lebih berdaya saing di pasar internasional.
"Kita akan terus mendukung pengembangan bisnis UMKM agar pelaku usaha lokal dapat memasuki pasar global," ujar Menteri Zulkifli, di kantornya, yang dikutip Rabu (16/8/2023).
Sejak awal, IEC memang didesain sebagai bagian dari program bersama masyarakat dan pemerintah, untuk meningkatkan kualitas UMKM serta merangsang tumbuhnya pelaku usaha baru.
Peran UMKM jelas penting bagi perekonomian Indonesia lantaran kontribusinya terhadap capaian produk domestik bruto (PDB) dan pembukaan tenaga kerja, yang amat besar.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah pelaku UMKM di seluruh Indonesia kini mencapai 65,4 juta. Dari sisi serapan tenaga kerja, UMKM menyerap sebesar 116.978.631 orang, atau sebesar 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Dengan kondisi semacam itu, jelas UMKM diakui sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia.
Adapun ajang IEC kali ini diikuti oleh ribuan pelaku UMKM dari berbagai provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia. Tahun ini, setiap pemerintah daerah memang bisa mengajukan calon peserta yang diunggulkan untuk memenangkan berbagai kategori.
Selain terbagi dalam dua kelompok usia, yakni pelaku usaha berusia 18-35 tahun dan di atas 45 tahun, peserta juga mewakili berbagai kategori bisnis, seperti fesyen, digital, agrobisnis, kuliner, perawatan tubuh, otomotif, pendidikan, teknologi terapan, energi baru dan terbarukan, alat rumah tangga, dan pengelolaan lingkungan. UMKM yang sudah mengekspor produknya dan memberdayakan kelompok difabel akan mendapatkan penilaian khusus dalam penjurian.
Baca Juga: Tingkatkan Perekonomian Keluarga, Program Ini Siap Berdayakan Ribuan UMKM Perempuan
Adapun, pendaftaran IEC telah berlangsung sejak awal Juni 2023 lalu melalui situs resmi serta media sosial. Selain itu, panitia juga berkomunikasi dengan pemerintah daerah serta sejumlah kementerian dan lembaga swasta untuk menjaring bibit-bibit UMKM yang berpeluang mendapatkan penghargaan ini.
Proses kurasi untuk menyeleksi peserta yang layak maju ke tahap penilaian selanjutnya akan berjalan hingga pertengahan Agustus 2023.
Penjurian final akan melibatkan dewan juri yang andal dan kompeten di bidangnya. Mereka adalah CEO Tempo Digital Wahyu Dhyatmika, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, dan CEO Orbitin.id Jimmy Gani.
"Apresiasi ini akan menjadi awal dari proses inkubator dan pendampingan lebih lanjut, agar kelak muncul pelaku UMKM yang benar-benar siap masuk ke pasar global," kata Ketua Dewan Juri Wahyu Dhyatmika.
Semua peserta akan dinilai berdasarkan kreativitasnya dalam menciptakan dan mengembangkan usaha, pencapaian omset dan laba usaha, penggunaan strategi pemasaran yang unik dan tepat, serta penerapan sistem digital dalam skema produksi, perencanaan, dan pemasaran jasa atau barang. Selain itu, penilaian terhadap peserta juga mencakup dampak usaha mereka bagi lingkungan dan masyarakat, dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs)
Pada seleksi tahap pertama, dewan juri menjaring 200 pelaku usaha dari keseluruhan peserta. Lalu pada tahap kedua, seleksi akan dikerucutkan menjadi 100 peserta. Seratus peserta yang lolos seleksi tahap kedua ini berhak mengikuti pelatihan untuk mempersiapkan mereka memasuki babak penjurian final. Setelah melewati rangkaian seleksi, akan terpilih para pemenang dalam sejumlah kategori.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat